Oleh: dodytape | Agustus 30, 2008

MARHABAN YA RAMADHAN

Taqabbalallahu minnaa waminkum, Minnaa waminkum taqabbal yaa kariim.

Marhaban ya Ramadhan …..

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “ “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad,

apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon

maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara

suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun

mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang

meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jum’at.

Sehubungan dengan itu saya dan keluarga MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan,

baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja. Semoga Ramadhan tahun ini dapat menjadi manfaat dan amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT. Amin


Tanggapan

  1. Perkenankan saya menyampaikan pendapat seputar hadits tentang bermaafan sebelum Ramadhan.

    “Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali.

    Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

    Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
    “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

    Hadits ini sering dikutip dalam tulisan seputar Ramadhan. Bahkan hadits yang tidak diketahui shahih atau tidak ini, sudah terlanjur terkenal. Saya menulis surat elektronik (e-mail) ini bukan untuk membahas derajat hadits tersebut. Biarkanlah orang alim (berpengetahuan) yang melakukannya. Fokus saya adalah berharap agar pembaca meluruskan sikap ketika berinteraksi dengan hadis, terutama yang tidak diketahui sumbernya.

    Hadits tentang doa Jibril ini dibahas dalam kitab Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditulis oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Namun, setelah dicermati dengan seksama dengan apa ditulis diatas, ternyata matan dan maksudnya jauh berbeda. Bandingkan dengan hadits dibawah ini.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.” Ditanyakan kepadanya, “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?”

    Beliau bersabda, “Artinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata, “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”

    [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin] … Disalin dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 27-28, Pustaka Al-Haura.

    Yang lebih lengkap lagi disalinkan dari buku Birrul Walidain oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal. 44-45 terbitan Darul Qalam.

    Artinya: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.

    Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?”

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’,

    Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.

    Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.

    [Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

    Dengan demikian, hadist diatas tidak ada hubungan dengan keharusan bermaafan sebelum puasa Ramadhan. Meminta maaf dan memaafkan seseorang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak ada tuntunan syari’at harus dikumpulkan dulu dan menunggu sampai menjelang bulan Ramadhan.

  2. met puasa ya kak Dody…

  3. Selamat menunaikan ibadah puasa………

    Salam dari El Obeid

    Ps. bentar lagi kok brktnya kumedaaaan

    hehehhe

    Makasih Komandan……hehe, akhirnya kepergok ma komandan blog na urang….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori