Oleh: dodytape | Juli 13, 2008

SAT II PELOPOR KORPS BRIMOB POLRI

BR

Sat II Pelopor adalah Satuan Brimob yang secara struktural berada dibawah Korps Brimob Polri. Satuan ini mempunyai 4 Detasemen(Den) yang masing2 membawahi 5 kompi. Dulu, sebelum bernama Sat II Pelopor, satuan ini bernama Resimen I,yang mana mempunyai tugas/fungsi utama sebagai pasukan pemukul inti POLRI. Berbagai tempat di Indonesia pernah dipijak oleh anggota Sat II Pelopor.

Dari ujung barat sampai ke ujung timur Indonesia adalah wilayah tugas operasi. Wilayah yang pernah merakan nama besar Sat II Pelopor( yang waktu itu masih bernama Resimen I) adalah propinsi NAD. Bagaimana tidak, sejak bergolak yang diawali dengan Referendum, Resimen I telah dikirim ke wilayah itu.

Tidak sedikit korban yang jatuh dari anggota Resimen I. Tapi tidak sedikit pula satgas dari resimen ini yang menuai keberhasilan dalam misinya. Sebut saja satgas tiger..satgas rimeung.. Satgas tersebut mendapat sambutan yang baik bagi rakyat Aceh, meskipun ada juga oknum yang membuat nama baik kesatuan ini jadi agak buruk sedikit.

Tapi secara keseluruhan, nama Resimen I ato Sat II Pelopor ditakuti lawan dan disegani kawan.

hagu(aceh2001)

*)salah satu kemampuan Resimen I ato Sat II Pelopor: tugas tempur!

 

P1030988

*) PHH Brimob

Kemampuan lain yang dimiliki oleh satuan ini selain tugas tempur adalah pengendalian huru hara. Kemampuan yang dimiliki inilah menyebabkan kesatuan ini harus rela bolak-balik bogor-jakarta. Maklum..semenjak reformasi banyak demonstrasi yang berakhir pada unjuk rasa anarkhis. Dan kebanyakan demonstrasi seperti itu dilakukan di Jakarta.

Ada lagi kemampuan yang saat ini merupakan salah satu ciri khas Sat II Pelopor, yakni S.A.R. ato Search And Rescue. Kualifikasi SAR ini difokuskan pada salah satu Detasemennya dan dinamakan Tim DELTA. Tim Delta ini sudah  berkecimpung di banyak upaya penyelamatan terhadap korban kecelakaan maupun bencana alam.


Tanggapan

  1. huuuueeheehehheeee….

    ini om dody lagi bawa2 senjata ya?
    ampun ah, takut di tembak…..
    om, kenalin ama yang bagian admin itu atuhh,,,,

    hwhwhwweeeeee…………….

    slm apa ya?

    riska

  2. admin yang mana riska?
    kan udah om kenalin ma mas eko…
    cieeee…….

    • Salam buat Resimen 1 brimob batalyon B, Mei 1998 : nono suherno,dario da silva L,julito S,miquel fernandes,alerindo,deden sudrajat,penta ali P,rogerio mendosa,muklis,andi FP,IK sudiarta,marka alves,X santos,sanco A,Alcino silvano,Antoni fernandes,K neno,Antoni da Costa,sutrisno,joao arnaldo,rachmat subagyo,jose fernandes,samuel amaral,Crystoporus U,guntur R,nana sumarna,virgilio coirera,thomas B,kustapa,Dwi wahyono,Dedi risandi.
      Terima kasih..dari keluarga Alm. Letda Brimob Thomas Pandji Purwonegero.(DANTON Resimen 1 Brimob Batalion B,April 1998 sampai 24 Mei 1998).

  3. pagi..

  4. Smoga Prajurit Baret Biru Brimob Tetap Jaya Selalu dan sukses dalam setiap Penugasan….. Salam Komando
    Buat Senior dan Rekan2 yang lain di Sat II Pelopor….
    TTd AKP RONI FAISAL.Sik
    Mantan Alumni Brimob Kelapa Dua RESIMEN 4 GEGANA BRIGADE……!!!!!!!!

    siap komandan…terimakasih atas atensinya. dengan ucapan yang sama,BRIGADE !!!!

  5. om dody slm knal dr aquw…
    dinas dmn om ???

    salam kenal juga buat mbak Echa…saya bertugas di SAT II Pelopor Korps BRIMOB POLRI di Bogor, mohon ijin,kalo boleh tau…mbak Echa dimana?

  6. Buat Semua anggota Brimob Kedung Halang,

    Dari Kualitas dan kwantitas, maupun persenjatan kalian masih jauh dari harapan. kalian belum seperti Resimen Pelopor/RANGERSnya Anton Sudjarwo,

    Pada saat operasi gerilya melawan SAS dikalimantan yang mana mereka terkenal dengan Sistem four man patrol,tetapi kita menggunakan three man patrol untuk menghadapi mereka. dan kami berhasil memotong garis perthanan mereka berulang kali dan menghancurkan mereka. bukan satuan lain seperti yang sekarang dijadikan sejarah.

    Dijaman kita dahulu, Rangers sangat ditakuti karena mempunyai salah satu keahlihan yaitu menembak tepat sasaran dalam kondisi apapun dan ini sangat desegani oleh satuan lain diindonesia. Bagaimana dengan Kalian? Kalian diserang oleh satuan lain yang menyerang markas kalian, begitu panik dan tidak berhasilmenghancurkan mereka. jadi jangan terlalu bangga dengan operasi ini itu.

    Salam

    Karsan

    Salam hangat buat Mbah Karsan.(maaf manggilnya Mbah karena Anggota MENPOR adalah Pendahulu/Senior dari anggota Resimen ato pun Satuan I,II,III Brimob yang ada sekarang ini)
    Trimakasih atas masukan Mbah Karsan bagi anggota Sat II Pelopor Kedunghalang. Kiprah Ranger ataupn MenPOr di dalam sejarah POLRI memang tak bisa di pungkiri.Satuan yang ada saat ini berusaha mewarisi nya.
    cuma ada beberapa pernyataan yang sedikit perlu diberi atensi disini.
    1. Masalah persenjataan…Menurut pengamatan saya pribadi, senjata yang dimiliki Sat II Pelopor sekarang ini sudah memenuhi standar, disesuaikan dengan standar Nato dan situasi politik saat ini. Jadi kalo kurang lengkap,bagian mananya?
    pada saat Jayanya MenPor sampai keadaan Brimob saat ini terdapat link yang terputus. Ini terjadi pada saat peciutan/pengecilan Brimob dimasa Orde Baru. ini juga menjadi faktor penentu mengapa regenerasi di tubuh MenPor tidak berjalan dengan baik.(klo memang Brimob yang sekarang beda jauh dengan Pendahulunya)
    2. Untuk yang pernyataan Mbah Karsan bahwa Sat II Pelopor pernah diserang oleh satuan lain kemudian panik dan ga berhasil menghancurkannya, tolong bisa disebutkan kapan waktunya?oleh pasukan mana?Dan posisi Mbah Karsan waktu itu dimana? karena sepengetahuan saya, dalam kurun waktu tahun 2000 sampai sekarang, tidak ada yang namanya penyerangan terhadap Makosat II Pelopor
    Dan satu lagi yang ingin disampaikan..tugas operasi yang dilaksanakan oleh anggota Brimob,sengaja ditulis bukan untuk menunjukkan kehebatan. Tapi menunjukkan rasa pengabdian Brimob generasi sekarang terhadap intitusi dan Republik ini. Jangan sampai kiprah Brimob maupun POLRI pada umumnya, tidak dilirik oleh sejarah.
    Trimakasih kepada Mbah Karsan yang menginginkan Brimob Jaya sepeti masa KeEmasannya.

  7. Salam hangat buat anak2ku dikedung halang,

    Satuan Brimob adalah Satuan khusus dari POLRI yang diorganisir secara militer untuk menghadapi situasi apapun dinegara ini karena POLRI sebagai pemegang kendali keamanan dalam negeri yang diamanatkan oleh undang2 jadi otomatis berbeda dengan satuan ditubuh polri yang lain. tetapi yang sangat menyedihkan Brimob diejek oleh satuan lain sebagai satuan yang tidak jelas kelaminnya atau militer bukan tetapi……. you knowlah tentunya. ini perlu disikapi oleh Brimob.

    Saya pernah dengar pada saat operasi keamanan di aceh pos satuan pelopor 2 ini pernah diserang oleh satuan lain yang mengakibatkan satu anggota Sat 2 ini tewas dan 3 lainnya luka2. seharusnya serangan ini bisa dinetralisir apalagi didaerah merah seperti aceh, SAT 2 harus waspada baik kepada lawan atau Kawan. jangan sampai anda diumpan oleh satuan lain. Anda tau kan ada satuan lain dinegeri ini yang selalu Sok jadi Pahlawan.

    Mengenai persenjataan, sudah saatnya Brimob juga menggunakan senjata berat sebagai penghancur material lawan. ini mengingatkan kita pada saat operasi di TImtim yang mana kita pernah dikerjain oleh departemen ha…… pada saat kita telah merebut daerah2 dari musuh dan kita berpindah ketempat lain( MObile) dan daerah yang sudah direbut ternyata tidak mampu dipertahankan oleh satuan lain sehingga jatuh ketangan lawan dan kami yang sedang bergerak terus dipanggil untuk mempertahankan daerah tersebut sedangkan senjata yang kami punya bukan untuk bertahan tetapi serbu. dan karena ketiadaan senjata yang kami minta, maka terpaksa kami mundur sambil membakar gudang senjata.

    Ada baiknya tehnik2 perang baru, Brimob juga harus mempelajari agar dilapangan tidak sampai dipandang sebelah mata oleh satuan lain.

    Saya juga punya masukan untuk Kalian, kalau bisa satuan pelopor hanya ada dijakarta saja dan jangan didaerah. ini unttuk menjaga kualitas dari pasukan itu sendiri( Pelatihan,dll) dan gampang dievaluasi. mungkin didaerah bisa memakai nama RECON saja. jangan terlalu gampang memakai nama Pelopor kalau gak berkualitas.

    pengembangan Pasukan pun harus melihat jumlah penduduk dan luas wilayah dan keseimbangan dengan satuan lain. akibat ketidak seimbangan ini Polri sering mengahadapi kesulitan dalam mejalankan tugas akibat tekanan2 dari satuan lain.

    Semoga Brimob tetap Jaya, dan Bravo PELOPOR.

  8. Dear all

    nama saya Anton A Setyawan pekerjaan Dosen Fak Ekonomi Univ Muhammadiyah Surakarta Alamat: Jl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta e-mail: rmb_anton@yahoo.com hp: 08156718444

    Ayah saya, Kapten (Pol)/AKP Purn Kartimin adalah mantan anggota Kompi A Brimob Rangers (pendahulu Menpor/Sat II Pelopor), beliau dididik di Watukosek tahun 1958.

    Pengalaman tempur/operasi:
    1959-Test Mission pengepungan DI/TII Kartusuwiryo di Jawa barat.
    1960-Gerakan Operasi Militer IV di Riau,Sumsel sampai dengan Sumatera Barat dan Sumut, mengejar sisa2 PRRI.
    1961-Gerakan Operasi Militer IV dan ops Sapta Marga mengejar gerombolan Daud Beureuh di Aceh.
    1962-Operasi Mandala tergabung dalam Komando Trikora/RTP I mendarat di Fak-Fak pada perebutan Irian Jaya/Papua.
    1964-Gerakan Operasi Militer VII mengejar pemberontak Kahar Muzakar
    1984-Rotasi XI Ops Seroja sebagai Kapolsek di Watu Kerbau Kab Vique-que Timor Leste.

    Dalam setiap operasi itu keterlibatan kompi A Brimob Rangers/Menpor sangat besar, saya berkeinginan menuliskan pengalaman pasukan ini dalam sebuah buku, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan sejarah Indonesia. Saya mohon rekan-rekan di kesatuan Brimob Sat II Pelopor atau di Mako Kelapa 2 bisa membantu memberikan info tentang pelaku sejarah (mungkin yang membaca komentar ini anak atau cucu) sehingga penulisan buku ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Saya bisa dihubungi via e-mail diatas atau nomor HP.


    buat Mas Anton,teriring salam buat Ayahanda. Jika dilihat dari komentar2 yang bercokol disini, Mas Anton bisa menghubungi Mbah Karsan.Untuk Mbah Karsan, mohon ijin dibantu dong Mas Antonnya..(^^)

  9. Buat pak karsan,,,
    Kebetulan sy pernah mengabdi d bwh panji2 Resimen 1/Sat 2 Pelopor. Satuan ini setau sy tdk pernah berafiliasi, reinkarnasi atau turunan dr satuan Rangers Menpor Brimob. Kalau mau melihat sejarah dan tradisi satuan ini cukup unik. Kalau pada umumnya satuan TNI dan Brimob menarik benang merah berdasarkan satuan sebelumy yang divalidasi dan likuidasi maka Sat 2 merupakan satuan Brimob yang pernah ada di kedung halang ( termasuk Sukasari ). Asrama Brimob Kedung Halang diresmikan oleh Kapolri RS. Soekanto pada tanggal 21 Agustus 1951.

    Sat 2 Pelopor bukan pasukan elit, namun setahu saya satuan ini berisikan prajurit2 yang berani, tegas dan loyal. Dengan keterbatasan materil, logistik, perwira dan support dari “para petinggi” satuan ini mampu memberikan yang terbaik kepada bangsa, negara dan institusi melebihi beban tugas yang dipercayakan. Ini bisa dibuktikan dengan KPLB yang diterima oleh para perwira dan prajurit adalh yang paling banyak diantara satuan2 Brimob lainnya.

    Saya kira Rangers Menpor jaman dahulu adalah yang terbaik yang pernah dimiliki Polri, Pelopor sekarang ini tidak akan pernah menyamai kualitas sebelumnya dikarenakan proses rekrutmen dan pendidikan serta kebijakan yang sudah jauh berbeda.

  10. BUAT MAS KARSAN…….
    MEN I/SAT 2 POR merupakan satuan Brimob diera Polri Mandiri otomatis arah dan kebijakan pimpinan Polri untuk Brimob pun berubah,jadi tidak bisa disamakan dengan Menpor Ranger jaman ABRI dulu karena jaman itu status Brimob adalah sama dengan TNI sebagai satuan untuk pertahanan otomatis persenjataan pun disesuaikan dengan fungsinya pada waktu itu dan fokus kemampuannya adalah teknik taktik tempur, sy pikir masalah persenjataan kita sudah cukup memadai untuk saat ini untuk senjata penghancur kita masih punya meskipun peninggalan dulu tapi yang terutama adalah “the man behind the gun/equipment” betul kata romeo meskipun dengan segala keterbatasan tetapi didaerah operasi SAT 2 POR selalu berhasil dan mengibarkan panji-panji Polri diantara satuan-satuan lain,masalah tidak jelas kelaminnya itu dilihat dari sudut mana kalau yang melihat dari satuan yang apriori dan iri pasti pendapatnya seperti itu, tetapi kalau dia melihat lebih dalam, merasakan bahwa SAT 2 POR merupakan Polisi Plus karena bertugas dengan sifat Back up, melengkapi, menggantikan polisi satuan wilayah,untuk seluruh anggota SAT 2 PELOPOR tetap pertahankan dan tingkatkan kemampuan,loyalitas, keberanian anda,kita bukan militer tetapi militansi harus tetap kita jaga.

  11. BUat Romeo dan Tarsius,

    Ketika Anda menggunakan Nama Pelopor dan menggunakan Brevet Rimba dan laut/Bala, berarti anda harus menjalankan doktrin pelopor dan Bala itu sendiri.

    kalau sekiranya kemampuan masih dibawah standard, lebih baik jangan ikut operasi karena nyawa anda lebih berharga dari operasi itu sendiri/MATI KONYOL.

    kami dulu setelah selesai pendidikan pelopor selama hampir setahun, belum boleh memakai tanda lokasi Pelopor dibahu kiri dan kanan kalau belum memotong kepala lawan didaerah operasi. begitu juga pemakaian Wing terjun, harus minimal terjun 6x + terjun malam dan terjun pantai sekali baru boleh make itu wing. gimana dengan sekarang.

    jadi gak cukup hanya militansi aja tanpa dibarengi dengan pelatihan yang mumpuni secara terus menerus.

    PAda saat pembentukan MENPOR/RANGERS, kita masih belum bergabung dengan tentara sampai Menpor bubar tahun 1972 yang mana awal integrasinya Polisi dengan tentara menjadi ABRI.

    Saya ngomong gini hanya untuk mensupport kalian agar kalian benar2 bisa mejadi satuan yang hebat juga. kalau dulu Brimob dikerdilkan dari luar, sekarang dikerdilkan dari dalam dengan teori2 berbau militeristik( sgt teoritis) padahal memang dilatih dan diorganisir secara militer karena memang merupakan tugasnya beda dengan polisi biasa.

    sebagai contoh debat para petinggi Polri mengenai apakah tugas brimob juga mencakup insurgensi atau tidak? Lha kalau brimob diirian dan aceh gak punya kemampuan insurgensi ya otomatis gak bisa memback up pos2 terdepan polri/Polsek don bung.

  12. sebenarnya ga ada yang perlu di permasalahkan. MENPOR harus begitu karena tuntutan jamannya. Sedangkan Resimen I (yang bermutasi menjadi Sat II/pelopor)memang begitu karena tuntutan jamannya. klo sistem perekrutan MenPor diterapkan pada saat 1998/1999,maka indonesia pada waktu itu modal_madul. Bayangkan…dengan dibayangi disintegrasi bangsa,yg diawali dengan lepasnya TIM-TIM,referendum Di Aceh,konflik horisontal di ambon,POso,Sampit,Papua di tambah juga kerusuhan di Jakarta pada mei 1998, polisi (khususnya brimob) dengan jumlah yang relatif cukup sedikit harus mengendalikan semuanya. mengutip kata mutiara dari senior saya yaitu….“BAYANGKAN…!?” jadi klo memakai sistem perekrutan kayak jaman dulu yang selektif dan menghasilkan anggota berkualitas tinggi tapi sedikit adalah kurang tepat..maka perekrutan dalam jumlah besar memang perlu dilakukan.Dan secara praktek dilapangan,berhasil juga.tapi itungannya bukan potong kepala.(karena sy inget kata2 Danki saya pada waktu ituukuran keberhasilan suatu penugasan bukanlah berapa jumlah lawan yang dapat kita habisi,melainkan masyarakat merasa aman dengan kehadiran kita….akur ga ni?)
    jadi kesimpulannya, ga ada yang perlu dicari mana yang paling benar.
    terimakasih atas komentar2 pada blog ini. semoga ini menjadi ilham bagi para pemikir dan penerus korps brigade mobil di masa depan.”

  13. Buat mas karsan…..
    Terimakasih atas supportnya,saya hanya sekedar memberikan gambaran atas apa yang telah disampaikan oleh mas Karsan sebelumnya, bahwa era sekarang ini tampilan Brimob disesuaikan dengan keberadaan Polri mandiri, untuk doktrin Pelopor tetap menjadi pedoman setiap prajurit Sat II Pelopor dan tidak ada perubahan sampai sekarang ini,masalah militansi dan pelatihan saya rasa sekarang ini Brimob lebih banyak pelatihan bahkan kerjasama dengan luar negeri pun mgkn lebih banyak dari jaman waktu masih ABRI,jadi militansi dan kemampuan tetap sejalan dan perlu mas karsan ketahui sekarang ini Sat II POR bukan hanya kemampuan lawan insurjensi tapi ada 5 kemampuan lain yang menjadi kemampuan Brimob. Soal Operasi saya sudah mengalami 5 daerah operasi baik horisontal maupun vertikal dan tidak pernah saya liat Anggota Sat II POR yang MATI KONYOL malah dibanding dengan satuan-satuan Brimob lainnya Sat II POR paling banyak mereduksi/menyita senjata,menembak mati,menduduki markas baik lawan GAM maupun teroris yang diambon maupun Poso. (masalah potong kepala itu gak perlu diumbar-umbar).Memang tugas Sat II POR merupakan tugas khas Kepolisian karena memang berbeda dan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tugas Brimob melengkapi,memback up dan menggantikan satuan wilayah apabila tidak mampu melaksanakan tugasnya khususnya didaerah konflik dari konsukwensi tugas tersebuat anggota Sat II POR tidak hanya asal berangkat tentu dan pasti dilengkapi kemampuan untuk itu termasuk operasi lawan gerilya. Masalah Militerisme atau bukan itukan hanya pandangan orang darimana dia melihat,dan dimana mana status pasukan Polisi dengan menggunakan senjata api sudah pasti bersifat semi militer karena kalau tidak jadilah kita gerombolan bersenjata.

  14. Kepada semuanya,

    Menyikapi diskusi yang semakin menarik tentang Menpor jaman dulu dan jaman sekarang, bagaimana dengan tawaran saya untuk menyusun sebuah buku saja tentang perkembangan pasukan ini dari awal berdirinya, perubahan-perubahan yang terjadi dan hal-hal lainnya. Anda semua dari berbagai generasi pasukan ini bisa menjadi narasumber yang kompeten. Saya akan menulisnya, karena saya mempunyai kompetensi untuk itu (pekerjaan saya dosen dan peneliti. Penulisan buku ini bisa bermanfaat baik untuk internal Brimob dan Polri sebagai sebuah panduan dari senior pada yunior dan informasi perkembangan bagi senior ke yunior. Bagi eksternal masyarakat, buku ini juga bermanfaat untuk memperkenalkan pasukan elit (bagi saya baik Rangers/Menpor atau Satuan Pelopor tetap satuan elite) ini bagi masyarakat. Hal ini kan bisa menjadi sarana kehumasan bagi Brimob dan Polri yang terkadang oleh masyarakat dipandang negatif. Bagaimana tawaran saya? saya hanya butuh akses informasi saja (misalnya kesediaan untuk diwawancarai) karena untuk sponsor saya sudah ada.

    Salam,

    Anton
    rmb_anton@yahoo.com

  15. Maaf ada ralat sedikit dari komentar terakhir maksud saya buku tersebut juga bisa bermanfaat bagi para senior tentang perubahan-perubahan yang terjadi di dalam pasukan ini. saya sangat yakin pasukan elite ini punya jasa yang sangat besar bagi perkembangan NKRI sehingga layak dong untuk ditulis dalam sebuah buku, layaknya Divisi 101 Parachute Infantry Regiment punya AS yang legendaris itu.

    Salam untuk Mas Doddy, Bapak Karsan, Mas Romeo dan Mas Tarsius (Anda semua saya anggap orang-orang hebat)

  16. Pak Karsan Lagi
    Ada beberapa hal yang mungkin pak Karsan ketahui bahwa format pelopor jaman pak Karsan tidak bisa menjadi tolak ukur sat por sekarang ini. Pelopor jaman dulu adalah nama satuan pelopor dan qualifikasi kemampuan yang semuany terwadahi dalam satuan yang bernama Menpor. Yang ada sekarang ini satuan Pelopor hanyalah nama satuan yang bukan hanya terdapat di Korps Brimob namun juga tersebar diseluruh jajaran satbrimobda ( kompi2 organik juga berlebel pelopor ) sedangkan untuk kualifikasi pelopor mungkin hanya satu atau dua anggota dalam tiap2 kompi pelopor atau bahkan tidak sama sekali. Sedangkan untuk Duaja Menpor jaman pak karsan sekarang merupakan Duaja Sat 3 pelopor. Ini tidak mengherankan karena pada validasi brimob Resimen 3 memang diproyeksikan untuk melanjutkan tradisi menpor. Karena di resimen inilah diaktifkan 1 kompi pelopor pertama yang telah mendapatkan kualifikasi pelopor. Oleh karena itu namanya adalah Resimen 3 Pelopor disamping Resimen 2 Gegana dan Resimen 1 yang tidak punya embel2 dibelakangya.
    Jadi kalau mau melihat sekarang ini maka seluruh brimob di Indonesia adalah satuan pelopor. Akhirnya jadi rancu, seringkali orang atau senior2 melihat pelopor sekarang ini dipikir seperti pelopor dulu.
    SaYA tidak salahkan pak karsan dalam kasih koment karena ini memang kebijakan yang salah dari pimpinan Polri. Ingin mendapatkan satuan yang sudah punya nama tapi tidak diikuti untuk meng upgrade isinya. Yang seharusnya Satuan pelopor berisikan orang yang berqualifikasi pelopor, sama seperti format Menpor.
    Ini menjelaskan kenapa sekarang rata2 brimob menggunakan kualifikasi pelopor beserta atribut lainny.

    Dalam pertempuran kami tidak pernah terikat dalam doktrin pelopor atau bala. Kami berlatih dengan teknik dan taktik yang kami dapat dari hasil penugasan2 sebelumnya yang kami evaluasi lagi serta yang kami dari dapat dari satuan samping. Teori perang sangat dinamis, variabelnya sangat banyak untuk mencapai suatu kemenangan, teknik yang berhasil dipakai pelopor dulu tidak serta merta menjamin keberhasilan dalam penugasan2 brimob sekarang ini.

    Apa yang saya alami membuktikan keberadaan satuan2 khusus tidak menjadi garansi memenangkan suatu pertempuran atau peperangan, bahkan mereka cenderung eksklusif, menafikan kerjasama dan memandang enteng kawan2nya yang lain, justru satuan konvensional dibawah kepemimpinan yang baik, semangat tempur yang tinggi dan pengalaman operasiny yang akan menjadikan satuan itu besar.
    Dan ini yang terjadi di Resimen 1/ Sat 2 Pelopor, berisikan oang-orang biasa namun dapt menyelesaikan tugas2 yang luar biasa.

    Ralat ”Ksatriaan Kedung Halang di resmikan Kapolri RS Soekanto tanggal 25 Agustus 1952″

  17. Salam Sejahtera buat semua.

    Kalian Benar. . . Saya senior kalian, tidak lain dan tidak bukan, hanya ingin mensupport kalian saja. sejak Pak Dibyo Widodo( ex,Kapolri) membentuk 2 resimen Brimob dan keinginan beliau pada saat itu untuk membentuk kembali Menpor yang mana kami diminta untuk memberi masukan kepada beliau tetapi kebijakan yang dijalankan oleh penerus beliau ternyata agak berbeda jauh dan hasilnya seperti yang Mas Romeo sudah katakan. . .

    Memang Perang itu gak hanya text Book doang. semua Pasukan dilatih sama kok, dimedan tinggal adu taktik aja. dan pada saat Menpor operasi, kita menggunakan taktik yang berbeda2, dan yang paling seru dan berkesan waktu lawan SAS inggris + gurkanya dikalimantan. Anda bisa bayangkan Satuan elit dari negara besar yang punya pengalaman perang diberbagai medan perang didunia ketemu sama RANGERS Indonesia yang menguasai Tehnik perang rimba ketemu dimedan yang sangat ganas. dan yang saya inginkan kalian juga hebat dan ingat kalian memakai nama PELOPOR itu akan mengingatkan Nama Menpor( sebenarnya telah menjadi sejarah) yang sangat disegani oleh kawan maupun lawan karena pernah ada teman lama dari satuan lain yang nanya apakah sekarang dibentuk pasukan pelopor lagi? tapi kok gak menggunakan seragam loreng menpor dst dst……..!

    Saya agak terganggu ketika membuka situs AU dan Brimob bener2 dikecilkan termasuk menpor yang katanya satu kompi mati disana. waduhhh….. kita masuk timtim udah gak pake nama menpor tapi sukarelawan yang memakai pakaian biasa bukan uniform ( Menpor SUdah bubar 1972) dan kita yang korban hanya 2 orang gugur. tapi saya mau katakan mereka pergi satu batalyon, pulang tinggal satu regu doang dan ini juga terjadi dibeberapa batalyon mereka. Buktinya apa? taman makam terbesar ditimtim isinya Siapa? dan operasi paling ngawur yang pernah terjadi dlm sejarah indonesia. gak ada koordinasi dan saling tembak antar teman. dan saya akui ada juga brimob yang habis satu kompi tapi bukan menpor.

    Mas Romeo, Mas Dody, Mas Tarsius, Mana yang lebih efektif untuk menghadapi Gerilya, dengan pasukan yang jumlahnya lebih besar untuk menghancurkan atau pasukan yang lebih kecil karena gerilya khan menggunakn taktik hit and run. ini PR buat kalian yaa he he…. karena saat ini tentara menggunakan pasukan yang besar spti di aceh dan tim tim tp gak sukses tuch.

    WAktu aceh lagi hangat2nya tahun 2000 sampe 2002, saya dan temen2 terpanggil untuk membantu Brimob disana karena waktu itu banyak sekali brimob yang gugur disana, tohk udah tua paling2 mati ini. karena taktik ynag dijalankan oleh mereka bukan gerilya murni kok.

    Buat Mas setiawan, nanti saya akan kontak temen2 karena kita punya ceritera yang berbeda.

  18. Kepada Yth Bapak Karsan

    berikut ini adalah daftar, mantan anggota Rangers/Menpor yang sudah saya identifikasi bersedia menjadi narasumber (mungkin bapak kenal)

    1. AKP (Purn) Kartimin, ex Brimob Rangers Kompi A Kelapa 2, aktif di Menpor dari 1959-1970.
    2. Kompol (Purn) M Chafidz ex Brimob Rangers Kompi A Kelapa 2, aktif di Menpor dari 1959 – 1972.
    3. AKBP (Purn) Suyatno, ex Menpor Kompi D Kelapa 2,akif di Menpor dari 1962-1980.
    4. AKP (Purn) Soeprapto ex Menpor tahun 1962-1980.
    5. Aiptu (Purn) Suad, ex Menpor tahun 1962-1980.

    Narasumber 1 dan 2 terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII Jabar dan Aceh, PRRI Sumatera, Komando Mandala pembebasan Irian dan pengejaran Kahar Muzakar di Sulawesi. Beliau berdua tidak masuk kompi yang berangkat ke Kalimantan untuk konfrontasi karena waktu itu Menpor harus dibagi beberapa kelompok untuk kepentingan operasi yang berbeda dan beliau berdua kebagian jatah ke Sulawesi (mohon konfirmasi tentang hal ini). Beliau berdua juga sempat mendapat tugas ke Tim-tim namun dalam kapasitas sebagai Kapolsek di wilayah Tim-tim bagian Timur.

    Narasumber 3-5 berdasarkan interview awal terlibat dalam operasi Seroja tahun 1975. Hal ini dibuktikan dengan SK penugasan dan bintang penghargaan, tetapi saya belum sampai ke isi wawancara apakah mereka termasuk Densus Alap-alap atau Brimob Polda DKI atau bahkan Recon dari beberapa Polda di Jawa Tengah,maklum sudah sepuh alias tua jadi saya harus berhati-hati melakukan wawancaranya. Mungkin bapak Karsan kenal dengan beliau bertiga ini.

    Salam

  19. Pak Karsan Lagi

    Perang Gerilya?????
    Waduuuh PR nya Pak Karsan ini sebenarnya masalah penyelesainnya terletak kebijakan para pengambil keputusan di negara ini. Perang gerilya ada juga yang menyebutnya perang asimetris, low intensity conflict, unconventional warfare, third world warfare atau yang dalam doktrin pertahanan RI yang dikonsepkan dalam buku putih yang diterbitkan oleh Dephan adalah perang semesta. Biasanya perang ini menghadapkan antara si kuat dan silemah, Pemerintah vs Pemberontak, TNI vs GAM dll. Salah satu pihak yang karena memiliki segala keterbatasan memilih cara yang tidak lazim dalam menghadapi pihak yang kuat ( sabotase, raid, penculikan, pembunuhan, teror, bom bunuh diri dll ). Perang seperti ini masih terjadi seperti philipina, thailand, Irak, Afganistan, Sudan.
    Selama ini di Tim-Tim dan Aceh militer kita memang menggelar kekuatan dalam jumlah besar dengan maksud untuk memperbanyak teritori yang menjadi pengaruh pemerintah. Terakhir TNI beroperasi di Aceh tergelar kurang lebih 20.000 pasukan ditambah Polri 6000 personil. Benar bahwa semakin banyak pasukan RI yang tersebar dapat menguasai wilayah2 kedudukan musuh sehingga semakin terbatas atau menyusut kekuatan lawan, namun ini hanya keberhasilan maya saja. Karena pada kenyataannya walau sudah berhasil menguasai teritory Aceh pemberontakan tidak pernah padam. Ini dikarenakan perang di Aceh sebenarnya adalah perang ideologi, yang mana perang yang harus dimenangkan adalah hati masyarakat Aceh, atau kalau boleh meminjam teknik yang dipakai oleh pasukan SAS dalam menghadapi insurjen Indonesia termasuk Menpor di Malaysia adalah “to win hearts n minds” yang mana pasukan SAS berhasil menarik dukungan dari masyarakat lokal di kalimantan untuk melaporkan keberadaan insurjen2 dari Indonesia. Jadi menurut saya konsepnya adalah rangkul dan pukul. Kita harus merebut hati dan pikiran masyarakat Aceh seperti dengan adanya pembangunan ekonomi yang adil namun pada kesempatan lain harus mampu untuk meniadakan kemauan bertempur/pemberontak yaitu militer kita harus mempunyai keunggulan mutlak yaitu dengan cepat menetlalisir kemampuan bersenjata pemberontak dalam hal ini termasuk dgn para tokoh2nya…….
    Namun semua tergantung Political Will para pemimpin negara ini,mau perang atau damai, buktinya kalau kita menginginkan perdamaian, itu dapat terwujud seperti sekarang ini di Aceh…………..

    situs AU dan Brimob
    Well memang saya pernah membaca koment, namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa satuan yang mereka sebut yang gak jelas kelaminnya ini ( Brimob) telah sangat besar jasanya bagi bangsa dan negara RI. Kalau boleh Pataka Brimob dikasih pita penghargaan seperti tradisi kesatuan militer di AS dimana kotama/kesatuan yang habis melaksanakan operasi/penugasan diberikan penghargaan berupa pita pada ujung patakanya maka saya yakin Brimob bila dihitung dari tanggal 17-08-45 sampai sekarang akan lebih banyak mengumpulkan pita dibanding kesatuan2 militer lainnya di negara ini. Brimob itu adalah kotama/ kesatuan di bawah Angkatan yah kalau dimiliter kira2 seperti Kostrad, Kodam, Kopassus, Marinir, Paskas. Coba kalau pataka masing-masing kesatuan dijejerkan terhitung sejak Indonesia merdeka akan kelihatan bahwa darma bakti Brimob tidak bisa dipandang sebelah mata. Belum lagi kalau ditambahkan penghargaan dari Presiden Soekarno ” Nugraha Cakanti Yana Utama ” atas kesetiaan dan pengabdian dalam perang kemerdekaan dan melawan musuh2 negara. Saya yakin yang yang nulis brimob itu tidak jelas kelaminnya kesatuannya mungkin harus menghormat kepada pataka Brimob (kalau dia militer sejati yang mengutamakan ksatriaan dan penghormatan kepada kepada pejuang bangsa yang telah gugur).
    Harus diingat pula dari sekian banyak palagan (medan pertempuran) yang terjadi di negara ini maka palagan Surabaya adalah yang diakui negara sebagai palagan yang terhebat sehingga negara sampai harus menghargainya dengan hari Pahlawan. Ini terjadi karena pengorbanan yang besar dari masyarakat kota Surabaya beserta motor penggerak pertempuran Surabaya yaitu Brimob ( Polisi Istimewa ). Jadi bukan Bandung Lautan Api, pertempuran 5 hari di kota semarang, atau pertempuran Ambarawa yg kita kenal sebagai hari juang kartika atau bahkan pertempuran yogya yang mendapat penghargaan yang terbesar dari pemerintah.
    Antara tahun 1945-1965 begitu banyak operasi militer yang dilaksanakan oleh Brimob, baik itu bertempur dengan musuh bangsa lain maupun dengan musuh bangsanya sendiri. Yang sebenarnya konflik-konflik/pemberontakan yang terjadi adalah konflik intern TNI AD. Brimob mendapat kepercayaan dari negara selain karena kesetiaanya tetapi juga karena pada kurun waktu itu brimob boleh dikata mendekati profesional sebagai organisasi yang berkemampuan militer. Ini tidak mengherankan karena sejak tahun 1948 sudah mendapat bantuan military aid dari AS baik pelatihan personil maupun bantuan peralatan(beberapa senior brimob pernah mengeyam pendidikan militer di fort benning, quantico, okinawa dan Philipina), awal 50an mendapat panser M8 Greyhound, awal 60 an oleh-oleh dari okinawa membawa pulang sekitar 100 pucuk AR 15 (trade marknya menpor).
    So kayaknya banyak lagi peristiwa atau palagan yang telah ditempuh Brimob yang kalau ditulis tidak akan cukup kalau harus diungkapkan satu persatu.
    Jadi kalo ada yang nganggap brimob itu banci biarlah mereka tenggelam dengan anggapan mereka mungkin saja satuan mereka masih harus mencari bentuk dan pengakuan dari bangsa dan negara, sesuatu yang tidak harus dicari / dibuktikan lagi oleh Brimob.
    Saya rasa para pemimpin negara telah sangat bijaksana menempatan brimob pada kedudukannya sekarang ini walaupun exsistensiny diperdebatkan oleh sekelompok golongan baik itu di dalam Polri sendiri dan kalangan militer, bahkan seorang LB Moerdani pun tidak dapat membubarkan Brimob walaupun beliau sudah mengonsepkan untuk melikuidasi secara total.
    Mungkin peran dan fungsiny selalu mengalami perubahan berdasarkan waktu namun si Baret Biru akan selalu setia berada di samping Ibu Pertiwi.

    Peristiwa di Tim-Tim
    Untuk pak Karsan kalau boleh saya tahu sebenarnya apa yang terjadi kepada kompi “regrouping” menpor sehingga menjadi kontroversial sampai sekarang ini, karena info yg saya dapat dari senior2 dari Brimob membenarkan bahwa memang kompi regrouping ini setelah mengalami pertempuran hebat melaksanakan “konsolidasi” di Kupang kemudian pulang ke Jakarta. Akibatnya sebagai hukumannya dari tanjung priuk harus long march ke kelapa dua. Ini dapat saja terjadi karena dari pak karsan Menpor sudah bubar tahun 1972 sedangkan operasi seroja tahun 1975. Kompi regrouping ini terdiri dari anggota yang masih aktif di Brimob maupun yang sudah dinas di polisi umum bahkan dankiny sudah menjabat Kapolsek di komdak metro jaya. Kompi yang diaktifkan tiba2 ini mungkin tanpa persiapan yang cukup diberangkatkan ke medan operasi, mungkin saja selama 3 tahun menjadi polisi umum naluri dan kemauan bertempurnya sudah hilang. Mohon Klarifikasinya…bagi saya bukan untuk justifikasi namun kita setidak2nya dapat mengambil sesuatu untuk penugasan yang dipercayakan kepada brimob kedepan.

    Salaaaaaam Hormat buat Pak Karsan…………

  20. TO ALL RANGERS ( The New and olds)
    Hiduplah kita pada jamannya ,, perjalanan panjang Polisi Istimewa , kemudian menjadi Mobrig dan Brimob dengan salah satu ikonnya adalah MENPOR,, adalah bagaimana kita bersama memandang dan mengenangnya,, besar harapan saya yang pernah mengabdi bersama RESIMEN 1 adalah tradisi ulet , ketabahan dan semangat , untuk selalu memberikan yang terbaik dalam tugas , kehormatan dan pengabdian ,,,,,,,, jauh melebihi panggilan tugas ,, fakta dan pengalaman yang mengiringi ketika harus berlaga dimedan juang , hanya keberanian , nekat , sedikit konyol, kreativitas , ulet ketabahan dan semangattttttttttttttttttt, yang membuat misi-misi RESIMEN 1 ataww SAT II PELOPOR , gilang gemilang,, karena politisasi kepentingan antara tarik ulur jargon militerisme dan sipil Police atau ( CIVIL POLICE ) , harus menghilangkan kemampuan khas Brimob MENPOR , so what ,,,,, kemampuan tetap harus diasah , keberanian harus terus dibangkitkan, dan semangat tetap tabah ,, sudah tradisi di RESIMEN 1 mungkin sampai jadi SAT II Pelopor,, jangan pernah mengharapkan ada pelatih yang khusus memberikan training, jangan mimpi dapat dukungan anggaran, jangan membayangkan ikut pendidikan atau kursus sampai luar negeri ,,,,,,,,,,,,,
    Resimen 1 cukuplah belajar sendiri, cari materi sendiri, latihan sendiri anev sendiri, trus biayai sendiri nggak usah mimpi sekolah atau kejuruan ,, nggak bakalan ,,,,,, sudah tradisi biar babak belur dalam latihan dan penugasan lebih dulu untuk kemudian tampil tangkas tanggap tanggon dan trengginas.

  21. Salam Brigade..
    Bagi Saya Brimob Masih Yg Terbaik..!!!!!!!!!!!!!
    Hidup Brimob

    Trimakasih buat mas Topan atas supportnya

  22. PERISTIWA PENARIK, MUKO-MUKO, PERTENGAHAN TAHUN 1960

    Hasil wawancara dengan mantan anggota Kompi A Brimob Rangers. Mei 2008

    Peristiwa pertempuran antara dua peleton pasukan dari Kompi A Brimob Rangers pimpinan Aiptu Ketut Wahadi dengan satu batalyon pemberontak PRRI/Permesta. Seperti kita ketahui, tahun 1958 muncul pemberontakan PRRI/Permesta dengan pusat di Pekanbaru dan Padang yang dimotori oleh beberapa perwira menengah Angkatan Darat di Sumatera. Inti dari pemberontakan ini adalah ketidakpuasan dengan kebijakan pemerintah pusat di Jakarta.
    Pemberontakan dalam skala besar sudah berhasil ditumpas dengan operasi Tegas dan Operasi 17 Agustus. Pada akhir tahun 1958, semua kota besar di Sumatera, baik Pekanbaru dan Padang sudah kembali ke pangkuan RI, selain itu banyak dari pasukan pemberontak yang menyerah. Namun demikian, sampai dengan tahun 1961 banyak sisa pasukan pemberontak PRRI. Salah satunya batalyon yang dipimpin Letkol Nawawi yang bergerilya di hutan pedalaman Sumatera. Batalyon ini dipersenjatai dengan senjata-senjata bantuan dari Amerika Serikat pada awal 1958. Para prajurit Infanteri Sumatera ini semuanya memegang senjata M1 Garrand, M1 Karabin (Jungle Lipat), senjata otomotatis Thompson, senjata berat mortir 60 mm dan 80 mm.
    2 peleton Kompi A Brimob Rangers didaratkan di kawasan pantai Ipoh pada bulan Mei 1960 dengan kapal pendarat milik Polairud dengan kode lambung 801. Seperti standar pendaratan operasi ampibi, pendaratan diawali dengan tembakan senapan mesin 12,7 dari kapal pendarat untuk memastikan tidak ada pemberontak yang menguasai pantai. Setelah penembakan dilakukan, baru satu kompi pasukan Brimob Rangers mendarat dengan aman. Kompi A Brimob Rangers ini dikirim ke Sumatera untuk memback up Brimob Bengkulu yang beberapa minggu sebelumnya di bantai oleh batalyon Nawawi. Satu batalyon Brimob Bengkulu ini mengalami jumlah korban yang sangat besar karena serangan mendadak (raid) dari pemberontak PRRI. Markas Brimob Bengkulu ini sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah dan di dalam markas hanya tinggal tersisa beberapa anggota yang selamat dari serangan dadakan tersebut.
    Pasca pendaratan 2 kompi Brimob Rangers melakukan konsolidasi di pantai dan langsung mengejar gerombolan pemberontak yang berlokasi di kecamatan Ipoh. Mereka kemudian bergabung dengan satu batalyon TNI AD dari Pekanbaru dibawah komando Letkol Dani Effendi. Oleh Danyon Letkol Dani Effendi, Brimob Rangers difungsikan sebagai peleton pengintai dengan jarak 5 kilometer di depan Batalyon Infanteri.
    Masuk perbatasan Sumatera Selatan, peleton 1 bertemu dengan kompi terakhir Batalyon Ahmad Lubis, dan terjadi kontak senjata pertama. Anehnya, posisi peleton 1 justru mengejar satu kompi pemberontak. Pada saat hari menjelang malam, ada teriakan dari pasukan pemberontak “Istirahat makan….!!!”. Sangat aneh, pada saat kontak senjata seru, musuh menyerukan untuk istirahat dulu. Permintaan ini dituruti oleh Danton 1 Brimob Rangers karena kedua pasukan dihalangi sungai sehingga kesulitan untuk menyeberang, selain itu pasukan butuh istirahat setelah hampir beberapa hari bergerak sambil terus melakukan kontak senjata.
    Pada akhirnya, peleton 1 sampai di daerah Penarik, Muko-Muko (saat ini menjadi daerah transmigran). Pada jam 17.00, Agen Polisi Ristoyo mendengar kokok ayam jantan ditengah hutan. Hal ini aneh karena biasanya yang terdengar adalah ayam hutan. Setelah melapor pada danton, dua prajurit Rangers dari peleton 1 merayap menuju arah suara tersebut, ternyata Kompi staf batalyon dan beberapa kompi lain dari pemberontak sedang beristirahat. Musuh yang beristirahat diperkirakan berjumlah 300 orang, mereka sedang menunggu giliran menyeberang sungai.
    Peleton 1 segera mengambil posisi menyerang. Pada saat itu (tahun 1960) Brimob Rangers menggunakan senjata M1 karabin (jungle riffle), sub-machine gun Carl Gustav dan bren MK3. Persenjataan dan posisi pasukan dipersiapkan oleh Danton sebaik mungkin. Kemudian, danton memberikan komando,tembak….!!!maka desing peluru dari senapan anggota peleton 1 berhamburan. Pada tembakan magasin pertama, mereka masih membidik dengan baik sesuai dengan teori. Namun pada magasin kedua dan selanjutnya penembakan reaksi lebih banyak dilakukan, karena pertempuran terjadi pada jarak dekat, selain itu hari sudah malam sehingga posisi musuh hanya bisa diketahui dari bunyi tembakan balasan mereka.
    Pada awal posisi pertempuran, jarak antara pasukan musuh dengan peleton 1 Brimob Rangers sekitar 300 meter, namun yang terjadi kemudian adalah pertempuran jarak dekat. Jarak antara pasukan Brimob Rangers dan musuh hanya sekitar 5-6 meter. Pertempuran yang terjadi tanpa ada garis pertahanan. Balasan dari musuh dengan berbagai senjata ringan sangat hebat, namun tampaknya mental bertempur mereka sudah jatuh karena banyak perwira yang tewas. Akhirnya setelah 1,5 jam, pertempuran usai dan musuh mundur. Peleton 1 tidak mengejar karena anggota pasukan kelelahan. Setelah mengatur giliran jaga, anggota peleton 1 tidur di lokasi yang sebelumnya menjadi medan pertempuran.
    Pagi harinya, anggota peleton 1 menghitung jumlah korban dan senjata yang ditinggalkan. Ada sekitar 60 mayat pasukan musuh dan ada sekitar 10 perwira yang tewas. Senjata yang ditinggalkan adalah puluhan M1 Garrand (pada awal 60-an senjata ini dianggap sangat canggih), mortir dan bazooka. Para anggota peleton 1 Brimob Rangers lega, karena musuh tidak sempat menggunakan senjata-senjata tersebut. Jika senjata itu digunakan ceritanya bisa lain. Agen Polisi Kartimin, terkaget-kaget karena tempat yang ditidurinya semalam dekat dengan mayat pemberontak. Dalam pertempuran ini tidak ada satu pun prajurit Brimob Rangers yang menjadi korban.

  23. Bravo, untuk mas anton….
    Ada baiknya tulisan mas anton di muat di majalah Teratai di korps Brimob secara berkesinambungan,,, sehingga penggalan2 perjuangan senior2 Brimob dapat diketahui oleh rekan2 lainnya diseluruh Indonesia.

  24. Mohon maaf sebelumnya saya ikut bergabung,saya juga seorang anak purn POLRI,ayah saya pernah bergabung di Brimob sebelumnya dan pensiun terakhir di Ditlantas PMJ,secara pribadi saya kagum akan profil pasukan elit POLRI ini,banyak sekali referensi dan gambar yang saya koleksi(maklum cita-cita ingin jadi Polisi tapi gagal…hik’s) tapi ironis sekali performa nama besar Brimob sejak bergulirnya era reformasi banyak sekali disalah gunakan,terutama bagi segelintir orang yang “ingin sekali dibilang gagah”banyak sekali atribut Brimob yang di serupai walaupun “serupa tapi tak sama”dimulai dari warna baret dgn emblem yang hampir mirip,seragam hitam yang jelas-jelas peruntukkannya bagi pasukan khusus,hal tersebut banyak sekali kita jumpai pada satpam-satpam di banyak tempat,apakah ini yang dinamakan demokrasi yang kebablasan?dan bukankah aturan pemakaian seragam tersebut telah di atur tersendiri dalam Kep Kapolri no 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi,perusahaan dan atau instansi/lembaga pemerintah,tapi sepertinya Kep Kapolri tsb tidak berlaku,bahkan satpam-satpam sekarang bertingkah over acting melebihi aparat TNI-POLRI,dan adakah upaya yang tegas dari pihak POLRI itu sendiri untuk menertibkan hal tsb…mohon maaf sebelumnya jika saya agak sedikit keluar dari materi pembahasan,mohon tanggapan nya dari para senior Brimob atas fenomena ini

    Terima Kasih
    salam
    BRAVO POLRI – VIVA BRIMOB

  25. Salam Kenal Buat Bapak2 Brimob dan Mas Anton,

    Diskusi yang sangat menarik, antara senior dan yunior yang hebat dijamannya. dan saya sangat setuju dibuat kisah2 hebat ini dalam suatu buku oleh Mas Anton dan mungkin bisa dijual kepada khalayak lewat toko2 buku seperti Gramedia, dll agar generasi yang ada saat ini bisa mengetahui bahwa Pasukan Brimob dengan rangernya telah menorehkan tinta emas kepada bangsa ini lewat perjuangan bersenjata yang tiada putus2nya. Salah satu kelemahan diPolri ( Brimob) adalah jarang ada yang mau menulis untuk mengungkap sejarah perjuangan Polri dengan Brimobnya.

    Saya sendiri adalah anak dari seorang anggota Menpor yang lahir diasrama Menpor kelapa dua cimanggis. Bapak saya kalau gak salah dari kompi E yang pernah juga ikut berbagai operasi termasuk dwikora melawan Inggris( telah diceriterakan oleh Bapak Karsan) dan pernah menjadi pelatih BALA dipelabuhan Ratu.

    Pada tahun 1970 sekitar 1 Pleton Menpor dan 2 kompi Brimob, Bapak saya dipindah Ke Irian Barat untuk memperkuat kedudukan tempur Resimen XII Brimob yang baru terbentuk pasca PEPERA tahun 1969 sampai pensiun.

    Stelah SMA, Saya baru mengetahui kalau Bapak saya berasal Ksatuan Elit yang sangat disegani dinegara ini. ini terlihat dari cara2 dia bertindak dengan tegas, keras, dan arogan, baik itu didalam melaksakan tugas, Olahraga, maupun sosialisasi Beliau terkenal dengan ucapan2nya: ” Didalam Pertempuran, Pekelahian maupun olahraga, tidak ada satuan lain bisa menang melawan mereka. dan ini dibuktikan selain dalam tugas, didalam olahraga seperti menembak antar angkatan dia menunjukan prestasi keahlian menggunakan senjata( Demonstrasi) dan piala itu benar2 kekal ditangan Polri. setelah saya konfirmasi dengan teman2 beliau memang benar bahwa itu kebanggaan mereka sebagai satuan elit dengan segala ucapan2nya yang arogan.

    Jadi saya gak heran lagi melihat seorang Pak Karsan selalu Bangga dan mau memotivasi yang lebih Yunior untuk lebih berprestasi lagi.

    Salam,
    Dave
    indonesia.mineral@yahoo.com

  26. To Mas Romeo, terima kasih responsnya, saya sudah berusaha mencari alamat redaksi Majalah Teratai tetapi belum saya peroleh, mohon info jika ada.
    Berikut ini hasil riset dan wawancara saya berikut, tentang Operasi Mandala Trikora dari beberapa anggota Brimob baik Menpor maupun Brimob dari beberapa Kompi di Polda DKI dan jabar.

    BRIMOB RANGERS WAR 2-
    MENYUSUP KE BELAKANG GARIS PERTAHANAN MUSUH DALAM OPERASI MANDALA/TRIKORA
    DARI PEMBURU MENJADI YANG DIBURU
    Anton A. Setyawan,SE,MSi
    Dosen Fak. Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UGM
    Jl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102
    Hp 08156718444
    e-mail: anton_agus@ums.ac.id dan rmb_anton@yahoo.com

    Wawancara dengan mantan anggota RTP 1 Operasi Mandala merebut Papua-Juni 2008.

    Operasi Mandala yang dipimpin oleh Mayjend Soeharto adalah sebuah operasi militer sebagai jalan terakhir menyelesaikan masalah Irian yang ditunda oleh Belanda dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949. Dalam operasi gabungan ini, semua unsur dari Angkatan Bersenjata dikerahkan. Angkatan Darat yang dimotori oleh RPKAD, Banteng Raiders dan beberapa unsur Divisi Siliwangi beserta Pasukan Gerak Tjepat (sekarang Pasukan Khas) TNI AU disusupkan dengan penerjunan ke beberapa wilayah di Irian Jaya. Pasukan Marinir disiapkan di Ambon untuk melakukan pendaratan ampibi, jika pertempuran frontal terjadi.
    Pasukan Brimob dari beberapa Polda dan Resimen Pelopor menjadi bagian dari RTP 1 (Resimen Tempur) 1 yang akan disusupkan ke daerah Fak-Fak, Papua. Anggota Resimen Pelopor yang menjadi inti dari RTP 1 terdiri dari 60 orang, yang sebagian besar berasal darii Kompi A. Mereka sudah menggunakan senjata AR 15 yang dibagikan pada tahun 1961, pada saat operasi Gerakan Operasi Militer (GOM) IV di Aceh tahun 1961. Pasukan berangkat dari Tanjung Priok Jakarta pada bulan Februari 1962. Mereka berangkat menuju Ambon yang menjadi salah satu pusat komando operasi Mandala.
    Setelah sampai di Ambon, pasukan dibagi lagi menjadi detasemen-detasemen kecil. Pasukan Brimob dari beberapa Polda dipecah untuk disusupkan ke beberapa wilayah dan sebagian menjadi petugas radio dan transportasi. Petugas transportasi yang dimaksud adalah menjadi pengendali perahu motot kecil yang digunakan untuk menyusup ke wilayah lawan. Pasukan dari Resimen Pelopor tidak dipecah karena mereka memiliki misi khusus yaitu melakukan serangan demolisi (penghancuran) instalansi milik Belanda.
    Sesampai di Ambon, 60 orang anggota Menpor dipindahkan ke kapal nelayan untuk berangkat ke Pulau Gorom di kawasan Kepulauan Kei. Maluku. Pulau Gorom adalah pulau tidak berpenghuni yang hanya berisi pohon pala. Mereka menunggu di pulai itu menunggu perintah infiltrasi.
    Pada bulan April 1962, perintah untuk mendarat di Fak-Fak datang, dan segera dipersiapkan perahu kecil untuk melakukan pendaratan. Misi pendaratan ini bukan pendaratan ampibi, melainkan infiltrasi sehingga perahu pun disamarkan dengan perahu nelayan. Jarak antara Pulau Gorom dengan daratan Fak-Fak hanya 4 jam pelayaran, sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk sampai di daratan Fak-Fak.
    60 pasukan Menpor mendarat di Fak-Fak pada pukul 03.00 pagi. Pasukan ini mendapatkan “sambutan hangat” dari Angkatan Laut Kerajaan Belanda, berupa tembakan meriam dari arah lautan. Rupanya penyusupan tersebut diketahui oleh AL Belanda. Tembakan kanon dari kapal AL Belanda mengenai garis pantai sehingga pasukan kocar-kacir. Mereka juga tidak mampu membalas karena hanya membawa senjata ringan AR 15 dan granat tangan. Pertempuran yang tidak seimbang itu hanya berlangsung beberapa menit, namun segera diketahui akibatnya. 20 anggota Menpor salah arah dan langsung menuju markas musuh, mereka akhirnya ditawan. 40 sisanya terpencar tidak karuan.
    Pasukan Menpor yang terpecah itu kemudian kehilangan kontak karena semua peralatan komunikasi rusak akibat pemboman. Masing-masing kelompok terpecah menjadi 4 sampai 8 orang dan berasal dari regu yang berbeda-beda. Mereka kehilangan kontak dengan pasukan induk, tidak mempunyai dukungan logistic dan berada di daerah lawan. Hampir semua anggota Menpor yang berada dalam situasi itu, ketika diwawancarai yakin bahwa mereka pasti mati. Perintah dari komandan operasi pasukan Menpor tidak boleh menembak kecuali dalam kondisi tidak bisa menghindari musuh.
    Pasukan yang tercerai berai itu masih “dihadiahi” Belanda dengan pemboman dari laut dan tembakan senapan mesin dari pesawat tempur/ Ajun Brigadir Wagiyo mengingat saat itu, sebagai jam tanda bangun pagi yaitu suara meriam dan mereka harus segera mencari perlindungan. Pesawat tempur yang terbang rendah (waktu itu Belanda masih menggunakan pesawat baling-baling) adalah gangguan lain yang memaksa pasukan Menpor bersembunyi dengan baik.
    Ajun Brigadir Kartimin mengingat, pada saat itu sering keliru mengira pesawat Belanda sebagai pesawat dari TNI AU yang menerjunkan logistic. Ia menunggu makanan yang datang adalah peluru senapan mesin dan kadang-kadang roket udara ke darat. Logistik dari TNI AU sebenarnya sering datang, namun lokasi penerjunan logistic lebih dekat ke wilayah musuh daripada di hutan.
    Pasukan Menpor yang ditawan Belanda mempunyai “kesibukan” sendiri, setiap pagi mereka harus melakukan senam militer dan kadang-kadang senam tersebut dilakukan semakin mendekati garis pantai. Mereka harus bersenam sambil melakuka gaya injak-injak air.
    Beberapa anggota Menpor yang terpencar sempat kepergok oleh patroli AD Belanda dan terjadi kontak senjata. Pasukan Menpor tersebut bisa menewaskan 11 anggota pasukan Infanteri Belanda dan seorang perwira infanteri berpangkat Letnan Dua. Setelah melakukan kontak mereka segera bersembunyi untuk menghindari kejaran pasukan yang lebih besar.
    Pasukan Menpor akhirnya bisa melakukan konsolidasi setelah gencatan senjata disepakati pada Bulan Mei 1962. Pasukan akhirnya dikonsolidasikan dan ditarik ke kapal perang milik TNI AL. Sebagian besar anggota Menpor yang belum sempat kontak senjata dengan Belanda merasa kecewa karena amunisi yang mereka bawa belum sempat dipergunakan, padahal mereka sudah merasakan hantaman meriam dan roket Belanda. Mereka juga beranggapan sangat tidak enak menjadi buruan musuh, karena pada operasi militer sebelumnya mereka selalu memburu musuh.

  27. hallo salam kenal,

    cowok ku juga di asrame kedung halang bogor lo.
    nama nya sigit,dia angkatan 2000…
    kenal kah?………..
    makasih

  28. Untuk bung Anton sejarah Brimob khususnya Menpor bagus tuh… dijadikan sebuah buku.

  29. buat semua anggota korps brimob di Ambon
    bagi saya brimob masih yan terbaikkkkkkk!!!!!
    cayo!!!!
    salan ya buat orang yang ngaku namanya ifan di satuan brimob ambon

  30. duh sudah lama tidak bekunjung.. sdh penuh ya.
    saya di bekasi om, om sat II den apa ? kompi brp ?
    kenal dengan briptu wisnoe den D Kompi 2 om ?

  31. Dear All,

    Sangat menarik mengikuti diskusi yang berbobot ini. Intinya adalah posisioning BRIMOB ke depan, mau jadi apa?. Apakah polisi istimewa atau bahkan sampai menggantikan posisi angkatan darat (karena perlu senjata berat segala dan harus menghadapi insurjensi)?.

    Saya hanya ingin sekedar menyumbangkan sedikit pengetahuan yang saya miliki, karena ayah saya (dulu Tentara Peladjar Brigade XII) pernah bertempur bahu-membahu dengan Mobrig dibawah pimpinan Kombes Soemarto, terjebak dalam perang segitiga yang tidak masuk akal (TP/MOBRIG – DI/TII – Koninklijke Leger) di daerah Bobotsari. Inilah penjelasan ayah saya :

    1. Mobrig didirikan oleh Sutan Syahrir, sebagai sebuah keputusan politik untuk menandingi kekuatan TNI yang condong menentang pemerintahan beliau.

    2. Semasa perang kemerdekaan, Mobrig terlibat aktif dalam perang dan diposisikan setara dengan pasukan infanteri.

    3. Persenjataan Mobrig waktu itu cukup lengkap dan juga memiliki seksi bantuan tempur (senapan mesin berat dan mortir).

    4. Kualitas pasukan Mobrig sangat bagus, sehingga pasca perang kemerdekaan sempat diperebutkan antara Kepolisian dengan Angkatan Darat (waktu itu Kol. Kawilarang belum mendirikan satuan baret merah).

    5. Setahu saya di dunia ini hanya ada 5 negara yang kepolisiannya memiliki satuan seperti Brimob, yakni Indonesia sendiri, Belanda (Koninklijke Marechauessee – kita kenal dengan istilah Marsose), Italia (Carabinieri), Filipina (Constabulary) dan Russia (Otryad Militsii Osobogo Naznacheniya – OMON, artinya Skuadron Posisi Khusus).

    6. Seluruh satuan di atas berkelas paramiliter dengan kualifikasi komando, karena disiapkan untuk menghadapi situasi khusus yang tidak mungkin dihadapi oleh polisi biasa.

    7. Marsose sudah kita kenal debutnya yang luarbiasa di Indonesia, Carabinieri terkenal dalam perang anti terornya di Italia dekade 70′an dan juga perang anti Mafia, Constabulary Filipina tersohor karena konstribusinya dalam menggulingkan Marcos (sempat berhadap2an dengan Scout Ranger Angkatan Darat) dan OMON Russia terjebak dalam perang brutal di Chechnya.

    8. Pengiriman Brimob di Aceh untuk menghadapi insurjensi adalah keputusan politik, karena bagi Indonesia “jauh lebih aman” di mata dunia internasional dengan mengirim Brimob ke Aceh guna menghadapi GAM. Payung hukumnya jelas, yakni tindakan kepolisian, sementara pengerahan militer akan banyak dipertanyakan dasar hukumnya.

    9. Melihat prediksi situasi negara kita ke depan, Brimob memang harus lebih disiapkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dalam negeri. Artinya, kemampuan untuk menghadapi insurgensi khususnya perang kota, harus dikembangkan. Namun untuk perang rimba dan anti gerilya, perlu dikaji mendalam dan dipertegas perbedaan perannya dengan satuan2 TNI.

    10. Menjawab pertanyaan apakah Brimob harus memiliki senjata berat, masalahnya adalah “seberat apa” senjata yang diperlukan? :

    - Kendaraan lapis baja sekelas APC (armoured personnel carrier – pengangkut pasukan) dipersenjatai dengan senapan mesin sedang hingga berat masih masuk akal. Namun jika harus mengoperasikan kendaraan lapis baja sekelas IFV (Infantry Fighting Vehicle) bermeriam 30 mm atau bahkan tank, pada hemat saya sudah diluar konsep.

    - Mortir 60 mm mungkin masih bisa diterima, namun lain halnya jika ingin menggunakan mortir 80 mm atau 120 mm, RPG bahkan meriam. Fungsi polisinya akan hilang karena senjata-senjata tersebut sesungguhnya adalah senjata penghancur kelas militer, bukan polisi.

    11. Terlepas dari seluruh isu di atas, hati kecil saya sangat terganggu dengan penamaan ‘Korps Brimob”. Korps adalah satuan militer di atas Divisi (satu korps minimal memiliki 2 Divisi). Sedangkan Brigade sendiri merupakan ukuran satuan juga. Jadi menurut hemat saya, penamaan ini salah kaprah. Mungkin ada rekan yang dapat “menenteramkan” kegalauan hati saya?.

    Salam hangat,

    Haryoko
    http://www.riconindo.com

  32. sebentar lg HUT BRIMOB ya??

  33. Buat Haryoko: Ada beberapa yang harus diketahui bahwa, kelahiran Brimob pertama kali menggunakan nama Polisi Istimewa, selanjutnya baru Mobrig dan Brimob sampai sekarang. jadi gak bener kalau satuan Mobrig diperebutkan antara polisi dan angkatan darat pada waktu itu.

    Saya rasa gak perlulah posisi brimob diributkan lagi karena Polisi disemua negara mempunyai special police force bahkan dijerman sendiri seorang Jenderal Polisi yang bernama HERMAN GORING yang mendirikan pasukan Lintas udara ( LINUD) dan Angkatan udara ( luffwafe) sebelum Perang dunia pertama. Beliau pada saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi negara bagian Prussia dan akhirnya menjadi tangan hitler disamping Jendral Erwin Rommel dalam mengatur serangan2 thd sekutu dieropa pada waktu itu.

    Masih dinegara yang sama, seorang Ulrich Wegener yang ex. militer juga membangun Pasukan lawan teror yang bernama GSG 9 dibawah panji2 kepolisian. bahkan dijerman juga punya pasukan polisi khusus seperti Brimob yang bernama SEK: SPEZIALENSATZ kOMMANDO yang merupakan brigade bergerak seperti Brimob indonesia.jadi dimana2, antara militer dan polisi saling bahu membahu demi tercpainya tugas yang dibebankan oleh negara. kalau kita hanya bertindak karena faktor like and dislike, saya yakin kita akan tetap kerdil dan primitif.

    Untuk KORPS saya kira kita jangan menterjemahkan selalu identik dengan militer saja. Lantas kalau KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA yang disingkat KORPRI gimana? jadi jangan sesempit atau sedangkal itu kita mengartikannya. Diindonesia Korps Pasukan khas AU atau Korps Marinir pun belum mencapai 2 divisi ( KORPS). silahkan anda check kemabes TNI dan tanya kenapa mereka make KORPS? dan Brimob adalah kesatuan Bersenjata lho. kalau anggaran POLRI cukup untuk membeli tank atau senjata berat lain buat Brimob, Why not? tohk itu juga buat melaksanakan tugas negara kok.

    Salam,

    Dave

  34. Hai Dave, thanks untuk pencerahannya yang sangat berharga. Hanya sekedar sharing :

    1. Hermann Goering setahu saya adalah Letnan innfateri yang ditransfer ke angkatan udara untuk merintis angkatan udara Jerman menjelang meletusnya Perang Dunia I. Ia bertempur sebagai pilot di Perang Dunia Pertama, bersama Ace Jerman yang lain (Red Baron, Udet dll). Ia pendiri Gestapo (polisi rahasia) Jerman.

    2. U. Wagener diminta mendirikan pasukan khusus kepolisian berangkat dari pengalaman pahit Jerman di tragedi Munich 1972, yang operasinya berantakan ketika menangani Black September.

    3. Setiap negara memang mempunyai polisi khusus, namun jumlahnya tidak sebesar 5 negara yang saya sebutkan di atas. Hanya pasukan polisi khusus di 5 negara tersebut yang pernah digunakan untuk menghadapi insurjensi.

    4. Brimob adalah elemen kepolisian dan konsep polisi adalah SIPIL BERSENJATA yang dikoordinasikan oleh negara. Karena bukan militer, mereka tidak diperkenankan mempersenjatai diri dengan senjata penghancur kelas berat.

    5. Korps Marinir Indonesia diidealkan memiliki 14 brigade infanteri belum termasuk resimen bantuan tempur (lihat Jurnal Intelijen dan Kontra Intelijen Volume IV No. 22). Jika satu Divisi memiliki 3 brigade, dimasa depan artinya ada 4 Divisi disana.

    6. Shakespeare berkata “apa artinya nama?” Benar sekali, namun saya tidak ingin kita menjadi latah dan ditertawakan oleh dunia internasional, termasuk penamaan KORPRI tadi.

    7. Saya sangat berharap di masa depan Brimob berkembang optimal menjadi pasukan paramiliter dengan kualifikasi khusus (entah ranger, recon atau komando) sehingga mampu menjawab kompleksitas permasalahan keamanan negeri ini dengan keunggulan utama mereka; yakni payung hukum yang kuat. Dengan demikian, TNI dapat difokuskan untuk menghadapi ancaman dari luar.]

    Salam hangat,
    Haryoko

  35. Hai Dave, thanks untuk pencerahannya yang sangat berharga. Hanya sekedar sharing :

    1. Hermann Goering setahu saya adalah Letnan innfateri yang ditransfer ke angkatan udara untuk merintis angkatan udara Jerman menjelang meletusnya Perang Dunia I. Ia bertempur sebagai pilot di Perang Dunia Pertama, bersama Ace Jerman yang lain (Red Baron, Udet dll). Ia pendiri Gestapo (polisi rahasia) Jerman.

    2. U. Wagener diminta mendirikan pasukan khusus kepolisian berangkat dari pengalaman pahit Jerman di tragedi Munich 1972, yang operasinya berantakan ketika menangani Black September.

    3. Setiap negara memang mempunyai polisi khusus, namun jumlahnya tidak sebesar 5 negara yang saya sebutkan di atas. Hanya pasukan polisi khusus di 5 negara tersebut yang pernah digunakan untuk menghadapi insurjensi.

    4. Brimob adalah elemen kepolisian dan konsep polisi adalah SIPIL BERSENJATA yang dikoordinasikan oleh negara. Karena bukan militer, mereka tidak diperkenankan mempersenjatai diri dengan senjata penghancur kelas berat.

    5. Korps Marinir Indonesia diidealkan memiliki 14 brigade infanteri belum termasuk resimen bantuan tempur (lihat Jurnal Intelijen dan Kontra Intelijen Volume IV No. 22). Jika satu Divisi memiliki 3 brigade, dimasa depan artinya ada 4 Divisi disana.

    6. Shakespeare berkata “apa artinya nama?” Benar sekali, namun saya tidak ingin kita menjadi latah dan ditertawakan oleh dunia internasional, termasuk penamaan KORPRI tadi.

    7. Saya sangat berharap di masa depan Brimob berkembang optimal menjadi pasukan paramiliter dengan kualifikasi khusus (entah ranger, recon atau komando) sehingga mampu menjawab kompleksitas permasalahan keamanan negeri ini dengan keunggulan utama mereka; yakni payung hukum yang kuat. Dengan demikian, TNI dapat difokuskan untuk menghadapi ancaman dari luar.

    Salam hangat,
    Haryoko

  36. BRIMOB RANGERS WAR 3
    LEGENDA IPDA HARTINO

    Hasil wawancara dengan anggota Kompi A Resimen Pelopor Januari 2007

    Anton A. Setyawan,SE,MSi
    Dosen Fak. Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UGM
    Jl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102
    Hp 08156718444
    e-mail: anton_agus@ums.ac.id dan rmb_anton@yahoo.com

    Dalam setiap satuan militer selalu ada komandan pasukan yang disegani. Tipikal komandan yang disegani dalam sebuah pasukan, biasanya mempunyai kewibawaan, cerdas dan mempunyai ketrampilan bertempur yang handal baik dari sisi strategi maupun dalam pertempuran di lapangan. Brimob Rangers/Menpor juga mempunyai beberapa komandan lapangan yang legendaris, diantaranya adalah Jenderal (Pol) Anton Soedjarwo, Brigjen (Pol) Soetrisno Ilham. Namun komandan lapangan, yang memimpin pertempuran mempunyai ciri khas unik, yaitu memberontak pada atasan namun melindungi anak buah.

    Kompi A Brimob Rangers mempunyai seorang komandan yang legendaris, ditakuti sekaligus disegani anak buah, ia adalah Inspektur Dua Hartino. Ipda Hartino adalah salah satu diantara dua perwira yang lolos seleksi Rangers angkatan I tahun 1959. Beliau kemudian diberi jabatan sebagai Wadan Kompi A. Pada saat pertama kali menjabat wadanki Ipda Hartino masih berusia 30 tahun dan bujangan. Namun demikian dalam pasukan, beliau dianggap senior karena rata-rata anak buahnya masih berusia 20 an tahun.

    Mereka yang pernah menjadi bawahan langsung Ipda Hartino merasakan betul, tantangan menjadi Ranger. Pada saat menjalani test mission menghadang pemberontak DI/TII di Tasikmalaya Jabar tahun 1959, Ipda Hartino selalu memimpin langsung satu regu untuk menghadang lawan. Pada saat terjadi pertemuan dengan musuh, posisi beliau selalu berada di depan dan terus berlari mencari posisi sambil melepas tembakan. Anak buah yang berada di belakang selalu kewalahan mengejar sang komandan yang usianya lebih tua 10 tahun. Anggota Kompi A mengingat bahwa tembakan pertama dari pasukan Rangers selalu berasal dari senapan M-1 karabin milik Ipda Hartino.

    Hal lain yang unik dari sang komandan adalah regu yang ia pimpin selalu bertemu dengan pemberontak baik di Jawa Barat tahun 1959 maupun pada saat di Sumatera tahun 1960. Banyak anak buahnya yang mengira Ipda Hartino mempunyai jimat yang menyebabkan beliau mampu menjejak gerombolan pemberontak. Regu yang pimpinannya diambil alih oleh Ipda Hartino selalu menyiapkan amunisi tambahan sebagai persiapan kontak tembak berlangsung lama dan biasanya memang demikian. Pasukan pemberontak yang bertemu dengan Rangers selalu dikejar dan tidak dilepaskan. Kebijakan lapangan dari Ipda Hartino yang terkenal dikalangan anak buahnya adalah tidak diperkenankan membawa tawanan dalam pertempuran, artinya setiap musuh harus ditembak. Itu sebabnya sang komandan menjadi sosok yang kontroversial.

    Tipe pemberontak dari Ipda Hartino muncul pada saat penugasan infiltrasi ke Irian Barat/Papua pada Februari 1962. Sang komandan bersitegang dengan komandan detasemen yang berasal dari Brimob organik, Ipda Hartino sudah mengacungkan senapan AR 15 dan sudah melepas pengamannya membidik sang komandan detasemen, demi membela seorang prajurit Ranger yang melanggar aturan detasemen. Ketegangan mengendur pada saat Ipda Hartino melihat komandan detasemen berpangkat Ajun Komisaris itu pucat.

    Pasca penugasan dalam operasi Trikora, Ipda Hartino ditugaskan memimpin sebuah kompi Brimob organik di Kalimantan. Jabatan itu adalah sebuah promosi ke pangkat Ajun Komisaris Polisi. Pada saat sampai di wilayah penugasan,anak buahnya yang baru menyiapkan tiga truk pengangkut pasukan untuk mengangkut barang-barang bawaan sang komandan kompi. Namun, AKP Hartino sang komandan kompi hanya membawa sebuah ransel kecil berisi pakaian dinas dan pakaian hariannya. Anak buahnya hanya melongo terheran-heran melihat gaya sang komandan kompinya yang baru. Alhasil tiga truk pengangkut pasukan pulang dengan kondisi kosong melompong.

  37. DIRGAHAYU BRIMOB KE 63. SEMOGA DENGAN USIA YANG SEMAKIN BERTAMBAH, BRIMOB SEMAKIN UP DATE SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN.

    SALAM BUAT SEMUA.

  38. DEAR HARYOKO.

    APA KABAR HAR? OMON DARI RUSSIA KALAU GAK SALAH PUNYA SENJATA BERAT KAYAK TANK GITU LHOH. MEREKA INI BANYAK TERLIBAT DI AFGAN ,CHECHNYA DLL. MEREKA DENGAN TANK2NYA BERHASIL MANGHANCURKAN PARA SNIPER GERILYAWAN CHECNYA YANG BERADA DIBALIK GEDUNG2 BERTINGKAT. TAKTIK UNTUK MEREDAM SNIPER INI JUGA DIPAKAI OLEH ISRAEL SAAT INI.

    SALAM

    DAVE

  39. Hai Dave,

    Kabar saya sangat baik, semoga demikian pula untuk Anda. Just sharing :

    1. Apa yang Anda ceritakan tentang OMON benar dan kasus itu mengundang kutukan dunia internasional. Ini memang masalah OMON yang terbesar. Seperti kita ketahui, OMON merupakan warisan Uni Sovyet, pasukan paramiliter khusus yang dikendalikan oleh Departemen Dalam Negeri. Jadi selain Angkatan Bersenjata Uni Sovyet, Departemen Dalam Negeri juga punya pasukan sendiri. Ini memang cerita klasik Uni Sovyet. Politbiro sangat takut jika militer Sovyet mengambil alih kekuasaan, sehingga mereka mempersenjatai banyak organisasi non Angkatan Bersenjata untuk menyeimbangkan kekuatan di dalam negeri. Jangankan OMON, KGB juga punya pasukan kavaleri sendiri, yang dikendalikan oleh Direktorat ke Sembilan (Penjaga Perbatasan).
    2. Ketika diambil alih Republik Russia dan diintegrasikan kedalam Kepolisian, OMON hingga kini belum ada perubahan doktrin dan visi. Makanya segala macam persenjataan berat seperti BTR 80, IFV BMP dan peluncur roket masih dipakai. Masalah penghancuran gedung dengan alasan pasifikasi snipers itulah yang mengundang kutukan internasional.
    3. Kalau berbicara tentang Israel, memang begitulah perilaku mereka. Sevagai catatan, yang maju di Jalur Gaza untuk mempasifikasi snipers dengan menggunakan tank bukanlah polisi, tetapi militer.
    4. Dear Dave, konsep internasional tentang polisi adalah SIPIL BERSENJATA yang dikoordinasikan oleh Negara, untuk menegakkan hukum. Artinya, yang akan dihadapi oleh polisi adalah masyarakat sipil. Jadi memang kuat alasannya jika Brimob tidak perlu dipersenjatai dengan senjata berat. Soal menghadapi snipers (ini sudah terjadi di beberapa titik konflik di Indonesia), saya ingin mendiskusikannya lain kali. Agar diskusi kita match, saya sangat menyarankan Anda untuk membaca booklet Carlos Marighella yang terkenal : MINIMANUAL OF URBAN GUERILLA. Kalau kesulitan mencarinya, silakan hubungi saya via japri.
    5. Terakhir, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Brimob kita yang tercinta. Semoga kian matang dan kian profesional.

    Salam hangat,
    Haryoko

  40. Dear All,

    Tahukah Anda, jika Brimob kita yang tercinta itu penampilannya sama dengan Koninkijke Marechaussee?. Bahkan warna baretnya pun sama, biru tua dengan seragam lapangan berwarna biru gelap mendekati hitam. Terlepas dari riwayat masa lalunya yang kelam di Indonesia, Koninkijke Marechaussee merupakan pasukan khusus polisi Belanda yang hebat. Saya pribadi sangat ingin melihat Brimob memiliki kemampuan dan peralatan seperti KM.

    Salam hangat,

    Haryoko

  41. Salam semua….

    Saya anak polisi yang brdinas tahun 1964-1993 (terakir di malang). Almarhum bapak saya dulu pernah bercerita bahwa dikesatuan brimob mempunyai resimen yg sangat disegani yaitu Resimen Pelopor yang berseragam doreng khas…
    klo gak salah.., terkenal dengan senjata AR 15 yang katanya dapat mengapung di air itu..
    karena waktu itu saya masih belum peduli jd saya agak tidak menghiraukan cerita beliau… tetapi sekarang saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam setelah membaca diskusi ini.. khususnya pada Mr. Aton saya tunggu bukunya PAK…

    dan Selamat HUT BRIMOB ke 63… semoga semangat dan arogansi seorang prajurit MENPOR tetap ada…..!!!!!

    thanx…

  42. to Haryoko

    Untuk jawab kegalauan hati mas haryoko, sy coba menjelaska, memang kata ” korps ” kadang-kadang membingungkan kalau menerjemahkan korps berdasarkan tabel susunan organisasi militer dimana yang dimaksud korps adalah organisasi di bawah tentara dan setingkat diatas divisi ( gab 2 atw 3 divisi ) memang tidak cocok kata korps diletakkan di depan kata brimob (korps brimob).
    Kata korps yg ada di depan brimob lebih bermakna satuan ( satuan brimob ) seperti juga pada kormar, korpaskhas atw cpm/ corps polisi militer dimana pada aktualnya satuan2 tersebut tidak diorganisasikan dalam tingkatan divisi. Bahkan penamaan korps juga sering menunjukan kecabangan pada pada militer seperti korps infantri, penerbang, pelaut dll
    so tinggal pilih dari sudut pandang mana

    sebenarnya masih ada 2 negara yg masih mempunyai kesatuan polisi paramiliter yg besar yakni india dan china, bahkan yang terakhir diyakini mempunyai kesatuan polisi paramiliter terbesar di dunia.

    terakhir
    Brimob tidak didirikan oleh Sutan Syahrir, Brimob ada hasil dari kebutuhan dari perjuangan kala itu, dimana setelah kepolisian Indonesia melakukan konsolidasi pada 1 juli 1946, oleh Kapolri RS. Soekanto saat itu memerintahkan untuk mengkonsolidasikan seluruh pasukan polisi istimewa ke dalam ” Mobile Brigade ” perintah kapolri tertanggal 14 Nov 1946 secara de jure dijadikan hari lahir Brimob, yg sebenarnya secara de facto keberadaan Brimob / Polisi Istimewa sudah ada sebelum kemerdekaan RI, ini karena Jepang tidak pernah membubarkan kesatuan polisi yg mereka bentuk ini . Bberbeda dengan KNIL yg tamat riwayatnya ketika Jepang mendarat , begitu juga Peta dan Heiho yg dibubarkan Jepang sebelum kemerdekaan RI.

    Sutan Syahrir yang mendirikan Brimob itu kan dari hasil analisis politik dari tulisan “February 1962 – Summer 1963: In to Action ” yang mana disebutkan
    “The Mobrig had been founded in 1946 by Prime Minister Sjahrir as a political instrument to counter political pressure from the army and as a safeguard against coups involving military units……..”
    kebetulan beliau hadir sebagai Inspektur Upacara pada waktu peresmian Mobrig di Purwokerto sehingga mungkin di analisa bahwa beliau yg mendirikan Brimob.
    Jadi kayaknya itu bukan pendapat orang tua mas haryoko deh ???

    ” Dirgahayu Korps Brimob ke 63 “

  43. Pak Anton Ditunggu tulisan-tulisan berikutnya.

    Bravo Brimob!

  44. om dody thk
    aku dah add fsna
    bu wisnu

  45. slamat siang!! mohon ijin untuk tahu pangkat dan jabatan anda. terimakasih

    mohon maaf pak…ini dengan siapa ya?pangkat dan jabatan dan dalam rangka apa ya?

  46. Yang nanya pangkat dan jabatan adalah orang gila dan jangan digubris.

    nanya sesuatu tapi dia sendiri gak cantumin indentitas.

  47. Buat Mas Romeo,

    Reorganisasi Hankam tahun 1969 dengan penyatuan setiap angkatan kedalam ABRI karena pada waktu itu setiap panglima angkatan bertanggungjawab langsung kepada presiden termasuk Polri.
    Reorganisasi ini tidak hanya menyangkut organisasi disetiap angkatan semata tetapi juga berimbas kepada Ksatuan elit disetiap angkatan yang berimbas kepada Brimob dengan MENPORNYA yang harus dilikuidasi/dibubarkan pada tahun 1971 dan Berubahnya organisasi brimob serta fungsi tugas brimob.
    dengan beralih fungsinya tugas Brimob/MENPOR, otomatis brimob tidak lagi mengikuti kegiatan Perang dan latihan2 yang bersifat perang secara praktis dihilangkan. ini terlihat dengan ditutupnya Battle training centre Menpor diLido dan pusdik Bala dipelabuhan ratu.

    mengenai operasi timtim, sebelum adanya operasi seroja yang dimulai desember 1975, kita bersama satuan khusus lain telah melakukan operasi pendahuluan sebgai pasukan sekarelawan. anda bisa membayangkan betapa beratnya masuk sebgai sukarelawan daripada pasukan reguler karena sukarelawan tidak boleh mengandalkan bantuan pasukan dan logistik dari garis belakang serta menggunakan senjata non standard TNI – POLRI.

    masuknya brimob ketimtim memang terkesan dipaksakan karena tanpa persiapan yang matang dari anggota brimob itu sendri dari perlengkapan perorangan yang sangat menyedihkan, physik, maupun logistik lainnya serta amburadulnya pengaturan operasi gabungan dilapangan.

    waktu itu dikelapa dua hanya ada 3 kompi yang siap tempur dgn pengalaman baik sedang yang lainnya tidak karena mungkin telah beralih fungsi tugas brimob itu sendri karena brimob yang ada pada saat itu sudah era tahun tujupuluhan yang minim pengalaman dan pendidikannya berbeda dengan kita yang tiada hari tanpa latihan.sedang kita adalah angkata limapuhan dan enampuluhan yang kenyang makan garam dimedan perang.

    mungkin itu penjelasan singkat dari saya dan saya mohon maaf lama tidak membalas karena sakit2n terus.

    semoga brimob tetap jaya selamanya.

    salam

    karsan

    Terimakasih saya sampaikan buat Mbah Karsan atas atensinya yang sangat besar kepada blog ini maupun kepada Korps Brigade Mobil. Kepada rekan2 blogger,kita doakan Mbah Karsan yukk. Semoga Beliaunya selalu dilimpahkan kesehatan dan panjang umur oleh Allah SWT..Amien

  48. Tulisan tentang perjalanan panjang Brimob yang ditulis Pak Anton Setyawan , sangat mengugah ,, besar harapan kami semoga tulisan tersebut segera dibukukan,, namun apabila dibolehkan sedikit saran , agar penulisan tersebut nantinya dibagi dalam periodenisasi,,,, memang sedikit sulit menentukan periode apakah berdasarkan Palagan , atau rentang waktu , atau dinamika politik di Indonesia tercinta,,,,,,,,,,, kemudian mohon urun rembuk saran seluruh Brimob dan pencinta Brimob , sekiranya masa depan Brimob ataukah Pelopor harus dikemanakan,, setidaknya melihat tantangan tugas yang makin dinamis,,,,,,, War On Terrorism, Civilian Police Mission, Law and Order maintenance, kira kira kurikulum apakah yang cocok di berikan dan dimantapkan mulai Pusdik Brimob Watukosek sampai dengan giat pembinaan kekuatan di Kesatuan.Salam “Pelopor Lead the way”

  49. Khusus Buat Mas Dody Tape,,,,,, TETAP TABAH DAN SEMANGAT, STAY SAFE , DO THE BEST.
    Timur Kendal Solo Komandan….

  50. Kepada semuanya yang concern dengan sejarah penulisan Brimob, terima kasih atas atensinya. Memang pada awalnya ide penulisan saya hanya tentang Kompi 5994 (A) Rangers tahun 1959-1965, tetapi dluar dugaan tanggapan dari teman-teman Brimob sangat suportif, saya sungguh tidak menduga. Oleh karena itu sekarang saya sedang melakukan penelusuran literatur yang lebih dalam untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang sejarah Brimob dan saya setuju dengan periodisasi yang disampaikan mas Sri Gunting. Kendala yang saya alami adalah tidak banyak literatur sejarah yang membahas Brimob, saya sedang melakukan kontak dengan Mako Brimob Kelapa Dua untuk bertanya tentang kelengkapan pustaka di sana. Teman-teman tidak usah khawatir proses riset masih berlanjut hanya memang saya perlu lebih hati-hati supaya kualitas ilmiah dari dokumen yang disusun nanti bisa dipertanggungjawabkan.
    Bila ada saran silakan kontakl saya melalui e-mail rmb_anton@yahoo.com

  51. Utk Semuanya
    Teman-teman ad comment tentang latihan hadapi aksi teror tgl 21-12-08 ?????

  52. untuk mas anton ,, doa dan harapan terhadap penelitian anda dan rancangan tulisan anda sangat kami nantikan,, semoga lancar dalam riset anda,, khusus mas ROMEo,, anda bisa lihat sepertinya konsep jalan tengah yang pernah anda bicarakan dengan saya , antara ya atau tidak sama sekali sepertinya terwujud tinggal tunggu waktu aja siapa tahu UNSOCOM akhirnya dibentuk juga di Indonesia,, setujukan daripada rebutannnnnnnnnnnnnn eheheheheh yang pasti Romeo , tarsius dan saya, srigunting untuk sementara menonton aja ( diluar kapasitas sich ),, tapi sebelum pelaksanaan lat lawan teror gabungan TNI Polri yang digelar sabtu kemaren , di t4 saya , dilaksanakan juga lat lawan terror dgn mengambil lokasi Terminal Bus ,, Live dgn ledakan dan Bus betulan, yang belum sempat pake hely saja,, nanti saya upload gambar dan Film buat mas romeo,,

  53. to bpkKARSAN
    Salam BRIGADE………….saya sangat bangga dengan korps saya sekarang bertugas di sat brimobda lampung di unit gegana saya bangga dengan pejuang terdahulu terutama dng alm ayah sy yang memang dulunya adalah senior dalam kesatuan saya saat ini yang berasramakan di cipinang .ayah sy pernah cerita beliau pernah ditugaskan di ternate dan tidore.mgkn dulu ceita itu sy abaikan tetapi skg sy ingin sekali mereviw cerita itu.mgkn bpk karsan bersedia….

  54. Konsep penanganan teror secara gabungan bagus tapi jangan sampai ada satuan yang merasa paling hebat dan superior…..yang saya monitor lat gab di Hotel Borobudur dari Gultor tapi Brimobnya kyknya cuma evakuasi korban dan sandera, yang di BEJ kurang monitor sekilas aja keliatan gerakan operator wanteror Brimob maklum liat di TV,lumayanlah.

  55. Operasi anti teror maupun lawan teror hendaknya tetap dikendalikan oleh POLRI yang dimulai dengan Preemtive, preventive dan represive. penindakan( wanteror) bisa dibantu oleh pihak lain apabila :

    1.Polri merasa membutuhkan karena eskalasinya terjadinya dibeberapa tempat sekaligus seperti dimumbai karena operasi anti teror merupakan bagian low enforcement yang mana sipelaku apabila tertangkap harus diproses hukum.

    2. Kejadiannya, seperti penyanderaan ditengah hutan rimba dan membutuhkan jumlah satuan yang lebih banyak dan berpengalaman.

    3. operasi dilakukan oleh POLRI karena menyangkut pertanggungjawaban hukum bila ada korban berimplikasi pelanggaran HAM. jadi tidak sembarangan satuan lain bisa membantu POLRI apabila tidak diberlakukan kondisi tertentu seperti DArurat sipil atau Miiter.

    Buat rekan2 Pelopor dan Gegana, apabila terjadi penyanderaan ditengah hutan rimba atau sipenyandera membawa lari para sanderanya kehutan rimba apakah satuan wanteror Polri telah siap dengan kondisi ini? karena selama ini latihan hanya dilakukan digedung, Bis umum, pesawat, kereta dll. mohon penjelasannya.

  56. Ass. Pak Karsan,

    Bapak saya SOEDIMAN (82 tahun) pernah bertugas di Kedung Halang, kira2 tahun 70 an ketika saya masih SMP, rumah dinasnya persis dipinggir jalan raya Bogor, dahulu disana masih ada kendaraan tempur seperti yang dipajang didepan kesatriaan.

  57. tempur tempur kaya lo pernah tempur aja.
    brimop itu jaga portal aja.
    sesuai kemampuan

    mohon maaf,biar saya tebak…
    sampeyan bukan dari Brimob,klopun dari unsur satuan tempur,sampeyan baru lulus pendidikan atau belum pernah ke medan tempur yang sebenarnya.Karena anggota TNI,raider,marinir,pas khas,sgi, apalgi mantan anggota GAM,tau sepak terjang Brimob di Aceh.
    Gmana rekan2….akur ga ni

  58. buat mas atau mbak JINIMUH,, hehehhh jenenngan masih berparadigma lama , ataupun mungkin just ROOOKIESSSSSS , alias bau kencur,, entar deh kalau anda sempat jalan jalan ke Aceh atau ambon , atau daerah bergolak ( macam betul ) anda belajar untuk berbagi cerita dan pengalaman,, keep on going .
    Mas DOdy Tape , sebagian rombongan Srigunting yang ada di pangkalan sudah mendarat di suatu tempat,, bersama kita doakan rekan rekan Srigunting yang bergabung dalam den X tersebut sukses dalam tugas dan pengabdian,,,,,,,,,,,, TETAP TABAH DAN SEMANGAT

  59. Buat UDA Tarsius dan OM Romeo ,, silahkan buka di youtube ,, trus ketik kata kunci Brimob Training, tolong kasih komentar ya,, buat anev dilain waktu ,,,,,,,,,, PELOPOR LEAD THE WAY

  60. Mohon ijin mas, kalo sepengetahuan saya, kalian di daerah operasi itu cuman duduk di pinggir jalan nunggu sopir truk lewat kemudian minta jatah. saat satuan lain patroli ataupun kontak kalian nunggu dipinggir kampung.
    jadi jangan terlalu yakin menilai diri sendiri dan menganggap kalian berhasil dimedan tugas. dari sekian banyak satuan kalian yang bertugas, paling hanya beberapa yang pernah kontak senjata langsung, sisanya dengar ceritanya aja. satuan mana yang banyak membantai pengacau itu ? satuan mana yang menghabisi panglima GAM ataupun para panglima sagonya ? Brimob ??? ngabulatuk kau!

  61. BRIMOB RANGERS WAR-6
    KERJASAMA BEBERAPA SATUAN TEMPUR DENGAN BRIMOB DAN MANTAN RANGERS DALAM ROTASI XI TIMOR TIMUR, 1984-1985

    Anton A Setyawan, SE,MSi
    Dosen Fak Ekonomi UMS dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UGM
    e-mail: anton_agus@ums.ac.id atau rmb_anton@yahoo.com

    *Tulisan ini muncul sebagai respon atas mulai adanya komentar negative tentang diskusi tentang Brimob dan Menpor dalam beberapa blog milik Brimob maupun website TNI.
    * Tulisan ini adalah bagian dari riset saya yang akan menjadi salah satu bab dalam buku “Resimen Pelopor, Pasukan Elite Yang Terlupakan”.
    * Tulisan ini berdasarkan wawancara dengan beberapa mantan anggota Brimob Polda DKI, Batalyon Infanteri 406, Marinir dan Kopassus yang pernah berdinas di Kab Viqueque Timor Timur dan juga penggalian pustaka yang berasal dari Dephan, International Crisis Group dan Jurnal Pertahanan Tlava.

    Operasi Seroja yang dilaksanakan pada akhir 1975 adalah operasi gabungan terbesar yang pertama kali dilakukan pada masa Orde Baru. Operasi ini pada awalnya melibatkan satuan-satuan dari Batalyon 502 Raiders Kostrad, Kopassgat (sekarang Paskhas TNI AU dan Kopassandha (sekarang Kopassus) lewat penerjunan. Sementara, Batalyon 403 Raider dan Brigade 1 Infanteri Marinir melakukan pendaratan ampibi dengan LST (Angkasa online). Pasukan Brimob dan sisa Resimen Pelopor mengambil bagian dalam operasi ini, namun dalam beberapa dokumen disebutkan tentang beberapa kejadian yang memojokkan reputasi Resimen Pelopor yang waktu itu sebenarnya sudah dibubarkan.
    Operasi militer dengan kode Seroja selesai pada tahun 1979, pada saat itu hampir seluruh wilayah Timor Timur sudah dikuasai. Gerilyawan Fretelin masih bertahan di Timor-Timur Bagian Timur di sekitar wilayah Baucau ke Timur. Wilayah Kabupaten Viqueque terletak di Timor Timur Bagian Timur dan markas Xanana Gusmao beserta pasukannya ada di wilayah ini, yaitu di Gunung Matabea. Mereka yang pernah bertugas di wilayah ini hampir pasti pernah diserang oleh gerombolan Fretelin.
    Pada tahun 1984, operasi Kikis digelar oleh ABRI. Polri menggunakan kode sandi Rotasi XI terkait dengan operasi ini. Salah satu wilayah yang dianggap berbahaya di Kab Viqueque adalah Kecamatan Vatu Carbau. Di kecamatan ini pada pertengahan 1984, ada beberapa pasukan yang mempunyai pos penjagaan, yaitu Batalyon Infanteri 406 dari Kodam IV Diponegor, satu kompi yang berasal dari Brigade 1 Marinir pimpinan Kapten (Mar) Kinkin Soeroso (saat ini menjabat sebagai Danpuspom AL dengan pangkat Kolonel) dan beberapa orang anggota Intel AD yang berasal dari Kopassus. Mapolsek Vatu Carbau dipimpin oleh Letda (Pol) Kartimin mantan anggota Menpor yang berangkat ke Timor Timur sebagai Kapolsek. Pada masa penugasan di Timor Timur beliau sudah lama bertugas di jajaran Reserse Polwil Surakarta. Terakhir kali mengalami pertempuran adalah pada tahun 1964-1965 yaitu pada masa pengejaran Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.
    Pada tahun 1984 berdasarkan dokumen dari Tlava edisi Oktober 2008, pada dekade 1980-1990 di Timor Timur kekuatan Fretilin sekitar 1.350 personel dengan senjata G-3, SKS,SP, M-16,AR-15 dan FNC. Pasukan Falintil yang bermarkas di Gunung Matabean sekitar 300 orang. Peran Brimob dalam pengamanan kawasan Vatu Carbau adalah sebagai anggota Polsek Vatu Carbau. Mereka berasal dari Polda DKI, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Satu-satunya yang bukan berasal dari Brimob, meskipun pernah berdinas di Brimob adalah kapolsek Letda (Pol) Kartimin. Berdasarkan keterangan dari anggota Batalyon Infanteri 406 dan Batalyon Infanteri 413, pada saat melakukan patroli tempur gabungan maka tidak ada perbedaan apakah anggota Polri/Brimob atau satuan tempur lain semua mendapatkan jatah patroli yang sama. Hal ini juga dikonfirmasi oleh satuan intel Kopassus dan Marinir, yang dipimpin oleh Kapten (mar) Kinkin Soeroso.
    Pada masa itu tidak ada perbedaan seragam antara TNI dengan Polri pada saat berada di daerah operasi tempur. PDH dari TNI dan Polri adalah seragam hijau tua, dengan pet rimba atau helm tempur (model helm sekutu pada PD II) yang membedakan adalah badge satuan. Tanda pangkat tidak pernah dipasang oleh anggota TNI/Polri yang berdinas di Timor Timur karena hanya mengundang tembakan sniper (khususnya perwira). Berdasarkan seragam yang sama ini, Falintil tidak memilih korban dalam aksi penembakan atau penyergapan apakah itu Brimob atau TNI atau bahkan Polri non Brimob. Senjata yang dipergunakan oleh tiap satuan juga beragam, sebagian besar batalyon infanteri AD bersenjatakan M 16, prajurit Marinir menggunakan AK 47 sedangkan Brimob Polda DKI bersenjatakan AK 47, Brimob Polda Kaltim dengan senjata M 16 sedangkan anggota Polri dari Polda Jateng membawa senjata SKS atau sering disebut Cung.
    Kejadian yang cukup dramatis pada penugasan di dalam Rotas XI tahun 1984 adalah pada saat satu peleton gabungan yang terdiri dari unsur Batalyon Infanteri 406 dan empat anggota Brimob yang dikepung 80 orang anggota Falintil di Batata. Pengepungan dilakukan mulai jam 19.00 sampai dengan subuh. Satu peleton pasukan tersebut bertahan dari hujan tembakan yang berlangsung semalam suntuk dan balasan hanya dilakukan dari dalam pos pertahanan. Prajurit AD dan Polri mampu bertahan semalam tanpa bantuan. Mengapa tidak ada bantuan? Pada jam 19.45 satuan intel Kopassus sudah mendapatkan berita tentang pertempuran di Batata, namun tidak mungkin mengirim bantuan karena wilayah terlalu berat dan beresiko bergerak di malam hari dengan pasukan besar. Komandan pasukan di Vatu Carbau, yaitu Kapten (Mar) Kinkin Soeroso memutuskan untuk mengirimkan pasukan bantuan yang akan beliau pimpin sendiri menjelang fajar besok.
    Keesokan paginya, Kapten (Mar) Kinkin Soeroso, Letda (Pol) Kartimin, beserta 150 pasukan gabungan yang terdiri dari Kopassus, Marinir, pasukan dari Batalyon 406 dan Polri/Brimob berangkat menuju Batata. Para perwira mengendarai kuda karena jalan yang dilalui adalah padang ilalang dan jalan setapak. Butuh waktu satu hari penuh untuk mncapai Batata dengan medan yang sangat sulit. Dalam operasi inilah nampak tidak ada perbedaan antara TNI dan Polri karena yang bertugas sebagai point man (prajurit) terdepan diundi tanpa membedakan berasal dari satuan apa. Sekitar 2 kilometer dari Batata terdengar tembakan sporadis yang mengarah ke pasukan bantuan. Komandan pasukan segera memerintahkan mengejar penembak gelap, namun tidak berhasil karena ternyata di wilayah itu dipenuhi bunker yang sulit dilacak.
    Akhirnya pasukan bantuan sampai di Batata dan menemukan bahwa seluruh anggota peleton gabungan selamat, meskipun hampir kehabisan amunisi karena melayani kontak senjata sepanjang malam. Di pihak Falintil jatuh korban 2 orang tertembak, sementara penduduk desa ada 3 orang yang menjadi korban.
    Hampir semua anggota pasukan yang terlibat dalam operasi itu menjadi sahabat akrab bahkan ketika sudah kembali ke kesatuan masing-masing. Pada saat kembali berdinas di Powil Surakarta, Letda (Pol) Kartimin sering mendapat kunjungan dari para perwira maupun prajurit Kopassus yang pernah bertugas bersama di Timor-Timur. Pada saat anda berada dalam situasi pertempuran maka teman yang berada di samping anda adalah tempat anda menggantungkan hidup tidak peduli dia berasal dari kesatuan apa atau apa pangkatnya.

  62. BRIMOB RANGERS WAR-6
    KERJASAMA BEBERAPA SATUAN TEMPUR DENGAN BRIMOB DAN MANTAN RANGERS DALAM ROTASI XI TIMOR TIMUR, 1984-1985

    Anton A Setyawan, SE,MSi
    Dosen Fak Ekonomi UMS dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UGM
    e-mail: anton_agus@ums.ac.id atau rmb_anton@yahoo.com

    *Tulisan ini muncul sebagai respon atas mulai adanya komentar negative tentang diskusi tentang Brimob dan Menpor dalam beberapa blog milik Brimob maupun website TNI.
    * Tulisan ini adalah bagian dari riset saya yang akan menjadi salah satu bab dalam buku “Resimen Pelopor, Pasukan Elite Yang Terlupakan”.
    * Tulisan ini berdasarkan wawancara dengan beberapa mantan anggota Brimob Polda DKI, Batalyon Infanteri 406, Marinir dan Kopassus yang pernah berdinas di Kab Viqueque Timor Timur dan juga penggalian pustaka yang berasal dari Dephan, International Crisis Group dan Jurnal Pertahanan Tlava.

    Operasi Seroja yang dilaksanakan pada akhir 1975 adalah operasi gabungan terbesar yang pertama kali dilakukan pada masa Orde Baru. Operasi ini pada awalnya melibatkan satuan-satuan dari Batalyon 502 Raiders Kostrad, Kopassgat (sekarang Paskhas TNI AU dan Kopassandha (sekarang Kopassus) lewat penerjunan. Sementara, Batalyon 403 Raider dan Brigade 1 Infanteri Marinir melakukan pendaratan ampibi dengan LST (Angkasa online). Pasukan Brimob dan sisa Resimen Pelopor mengambil bagian dalam operasi ini, namun dalam beberapa dokumen disebutkan tentang beberapa kejadian yang memojokkan reputasi Resimen Pelopor yang waktu itu sebenarnya sudah dibubarkan.
    Operasi militer dengan kode Seroja selesai pada tahun 1979, pada saat itu hampir seluruh wilayah Timor Timur sudah dikuasai. Gerilyawan Fretelin masih bertahan di Timor-Timur Bagian Timur di sekitar wilayah Baucau ke Timur. Wilayah Kabupaten Viqueque terletak di Timor Timur Bagian Timur dan markas Xanana Gusmao beserta pasukannya ada di wilayah ini, yaitu di Gunung Matabea. Mereka yang pernah bertugas di wilayah ini hampir pasti pernah diserang oleh gerombolan Fretelin.
    Pada tahun 1984, operasi Kikis digelar oleh ABRI. Polri menggunakan kode sandi Rotasi XI terkait dengan operasi ini. Salah satu wilayah yang dianggap berbahaya di Kab Viqueque adalah Kecamatan Vatu Carbau. Di kecamatan ini pada pertengahan 1984, ada beberapa pasukan yang mempunyai pos penjagaan, yaitu Batalyon Infanteri 406 dari Kodam IV Diponegor, satu kompi yang berasal dari Brigade 1 Marinir pimpinan Kapten (Mar) Kinkin Soeroso (saat ini menjabat sebagai Danpuspom AL dengan pangkat Kolonel) dan beberapa orang anggota Intel AD yang berasal dari Kopassus. Mapolsek Vatu Carbau dipimpin oleh Letda (Pol) Kartimin mantan anggota Menpor yang berangkat ke Timor Timur sebagai Kapolsek. Pada masa penugasan di Timor Timur beliau sudah lama bertugas di jajaran Reserse Polwil Surakarta. Terakhir kali mengalami pertempuran adalah pada tahun 1964-1965 yaitu pada masa pengejaran Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.
    Pada tahun 1984 berdasarkan dokumen dari Tlava edisi Oktober 2008, pada dekade 1980-1990 di Timor Timur kekuatan Fretilin sekitar 1.350 personel dengan senjata G-3, SKS,SP, M-16,AR-15 dan FNC. Pasukan Falintil yang bermarkas di Gunung Matabean sekitar 300 orang. Peran Brimob dalam pengamanan kawasan Vatu Carbau adalah sebagai anggota Polsek Vatu Carbau. Mereka berasal dari Polda DKI, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Satu-satunya yang bukan berasal dari Brimob, meskipun pernah berdinas di Brimob adalah kapolsek Letda (Pol) Kartimin. Berdasarkan keterangan dari anggota Batalyon Infanteri 406 dan Batalyon Infanteri 413, pada saat melakukan patroli tempur gabungan maka tidak ada perbedaan apakah anggota Polri/Brimob atau satuan tempur lain semua mendapatkan jatah patroli yang sama. Hal ini juga dikonfirmasi oleh satuan intel Kopassus dan Marinir, yang dipimpin oleh Kapten (mar) Kinkin Soeroso.
    Pada masa itu tidak ada perbedaan seragam antara TNI dengan Polri pada saat berada di daerah operasi tempur. PDH dari TNI dan Polri adalah seragam hijau tua, dengan pet rimba atau helm tempur (model helm sekutu pada PD II) yang membedakan adalah badge satuan. Tanda pangkat tidak pernah dipasang oleh anggota TNI/Polri yang berdinas di Timor Timur karena hanya mengundang tembakan sniper (khususnya perwira). Berdasarkan seragam yang sama ini, Falintil tidak memilih korban dalam aksi penembakan atau penyergapan apakah itu Brimob atau TNI atau bahkan Polri non Brimob. Senjata yang dipergunakan oleh tiap satuan juga beragam, sebagian besar batalyon infanteri AD bersenjatakan M 16, prajurit Marinir menggunakan AK 47 sedangkan Brimob Polda DKI bersenjatakan AK 47, Brimob Polda Kaltim dengan senjata M 16 sedangkan anggota Polri dari Polda Jateng membawa senjata SKS atau sering disebut Cung.
    Kejadian yang cukup dramatis pada penugasan di dalam Rotas XI tahun 1984 adalah pada saat satu peleton gabungan yang terdiri dari unsur Batalyon Infanteri 406 dan empat anggota Brimob yang dikepung 80 orang anggota Falintil di Batata. Pengepungan dilakukan mulai jam 19.00 sampai dengan subuh. Satu peleton pasukan tersebut bertahan dari hujan tembakan yang berlangsung semalam suntuk dan balasan hanya dilakukan dari dalam pos pertahanan. Prajurit AD dan Polri mampu bertahan semalam tanpa bantuan. Mengapa tidak ada bantuan? Pada jam 19.45 satuan intel Kopassus sudah mendapatkan berita tentang pertempuran di Batata, namun tidak mungkin mengirim bantuan karena wilayah terlalu berat dan beresiko bergerak di malam hari dengan pasukan besar. Komandan pasukan di Vatu Carbau, yaitu Kapten (Mar) Kinkin Soeroso memutuskan untuk mengirimkan pasukan bantuan yang akan beliau pimpin sendiri menjelang fajar besok.
    Keesokan paginya, Kapten (Mar) Kinkin Soeroso, Letda (Pol) Kartimin, beserta 150 pasukan gabungan yang terdiri dari Kopassus, Marinir, pasukan dari Batalyon 406 dan Polri/Brimob berangkat menuju Batata. Para perwira mengendarai kuda karena jalan yang dilalui adalah padang ilalang dan jalan setapak. Butuh waktu satu hari penuh untuk mncapai Batata dengan medan yang sangat sulit. Dalam operasi inilah nampak tidak ada perbedaan antara TNI dan Polri karena yang bertugas sebagai point man (prajurit) terdepan diundi tanpa membedakan berasal dari satuan apa. Sekitar 2 kilometer dari Batata terdengar tembakan sporadis yang mengarah ke pasukan bantuan. Komandan pasukan segera memerintahkan mengejar penembak gelap, namun tidak berhasil karena ternyata di wilayah itu dipenuhi bunker yang sulit dilacak.
    Akhirnya pasukan bantuan sampai di Batata dan menemukan bahwa seluruh anggota peleton gabungan selamat, meskipun hampir kehabisan amunisi karena melayani kontak senjata sepanjang malam. Di pihak Falintil jatuh korban 2 orang tertembak, sementara penduduk desa ada 3 orang yang menjadi korban.
    Hampir semua anggota pasukan yang terlibat dalam operasi itu menjadi sahabat akrab bahkan ketika sudah kembali ke kesatuan masing-masing. Pada saat kembali berdinas di Powil Surakarta, Letda (Pol) Kartimin sering mendapat kunjungan dari para perwira maupun prajurit Kopassus yang pernah bertugas bersama di Timor-Timur. Pada saat anda berada dalam situasi pertempuran maka teman yang berada di samping anda adalah tempat anda menggantungkan hidup tidak peduli dia berasal dari kesatuan apa atau apa pangkatnya.

  63. Brigade,salam buat rekan2 yang ada di Resimen 1/sat 2 por dan korps brimob terutama buat Anggk.XXXV.1 buat pak Kompol.arif budiman sik,pak syarif gunawan tanpa anda saya tak berarti apa2 walaupun saya mantan prajurit Resimen 1 yang sekarang tugas di sat brimobdasu tapi saya tetap bangga dengan alumni tempat saya bertugas dulu,dan saya mohon dengan sangat kepada korps brimob terutama KAkorps supaya logistik yang ada disumatra utara disurvey lagi baik itu persenjataan,alsus PHH serta peralatan lainnya,karna sebagai alumni sat 2 por saya merasa minder tugas di sat brimobdasu senjata yang dipakai M-16 itupun lade senjatanya udah banyak yang pecah dan banyak yang sudah rusak tapi tetap di pergunakan,apalagi alsus PHH,kami masih banyak makai yang lama masa dimedan ini lebih banyak yang diperhatikan dari unsur samaptanya malah lebih lengkap mereka seperti ada sabotase dari pihak poldasu,mohon diperhatikan demi majunya Brimob yang kita cintai ini apalagi yang bisa kita banggakan pakaian hijau aja sudah dipakai satpol.pp,hitam satpam gimana itu bahkan mereka sering arogan dijalan sipil mengira itu adalah Angg.Brimob,pakaian loreng pelopor gak dipakaio hanya pajangan aja,oh ya pak dimedan sbtu minggu gak ada liburnya dan para unsur pimpinan terlalu totaliter dan masih suka main pukul untuk tindakan,yang tidak sesuai dengan visi dan misi polri khususnya Brimob.BRIGADE

  64. EH YANG MEMAKAI NAMA JINIMUH PERLIHATKAN WUJUD ASLIMU ITU KAMU ITU HANYA ORANG2AN SAWAH YANG TAK MENGERTI APA2 SAMA SEKALI,KAYA UDAH HEBAT X KAU ITU BARU JADI APA KAU DIPASUKANMU PLING2 KAIN PEL

  65. salam buat rekan2 baret biru brigadeeeee yang ada di padang khusus untuk Ipda Gaguk, SH yang ada di detasemen dingin padang panjang gitu lhooo

  66. Salam BRIGADE.
    numpang comment..
    aq dl eks sat 2 pelopor kie 4,dl dankie aq AKP. victor alexander lateka,trz wadankie aq dl IPTU teguh.btw gmn keadeaan sat 2 pelopor skg???
    q letting ba. thn 2000, 1 letting sm feby yg skg pny group band br POLICE LINE tu..
    OK,slm bwt smua anggt. SAT 2 PELOPOR
    trims

  67. o ya lupa, kl blh tau munta no hpnya AKP. VICTOR ya..
    kl g blh jg gpp kok..
    slm dr eks brimob di polres blitar
    trims

  68. maju terus sat ll pelopor

  69. salam buat rekan rekan brimob leting 34 dari sabang sampai meroke.

  70. ex sat 2 por kie 1 dl danki akp imam suhadi, salam buat semua rekan2 seperjuangan dari blangkon biru jogja.

    • TUK RKN2 EX SAT II POR KHUSUS Y KIE 1 DEN D YG BRD D JOGJA JGN LP KAN KANTOR MOE DOELOE YG INDAH YAAAAAAAAAAA SLM BRIGADE BARET BIRU MBS POLRI

  71. teman2yang online. bagi2 alamt yoooooo

  72. BUat anggota TNI yang telah memberikan komentarnya di blog ini, hendaknya kalian memberikan pendapat yang santun dan elegan agar TNI tidak dipandang hanya bisa menggunakan otot aja.

    Operasi di aceh adalah operasi militer biasa dan menggunakan standard operasi yang biasa dipakai oleh TNI/POLRI dimana saja.

    Prestasi yang telah dicapai, mari kita berikan buat rakyat dan bangsa bukan hanya untuk TNI saja.Hendaknya kita sama2 bersatu dan saling menghargai antar institusi.

  73. Aku ASEP SOLIHIN nama panggilan ku ASEP SO.Kesatuan asal ku Resimen I dan sekarang berubah nama menjadi Sat II Pelopor.Aku mantan anggota Detasemen C Singa Lodaya,kompi 4 dan pindah menjadi kompi 1.Sekarang aku sudah mutasi ke daerah menjadi anggota Sat Brimobda.Sering terbayang dalam pikiranku kenangan kenangan ketika aku masih menjadi anggota Sat II Pelopor.Kenangan indah yang tak pernah terlupakan.menjadi seorang Brigade Sejati,yang tidak mungkin akan terulang dikesatuan yang baru. Salam BRIGADE buat rekan rekan yang masih di Sat II Pelopor. ” Rimung BRIGADE”.813
    Brigade juga buat kang Asep. Lama kita ga bsua..kangen juga ni ma temen lama jajaran rimueng. Kami disini baek2 aja. Rekan2 udah bnyk yg mutasi..n skrg sy lg di misi area. Slm bwt keluarga dan temen2 brimob Jabar

  74. Bravo untuk Mas Parako 2
    memang sebaiknya diskusi dalam blog dilakukan dengan santun dan elegan. Saya yakin prajurit TNI generasi saat ini adalah prajurit TNI yang profesional sehingga mereka saya rasa mampu memberikan diskusi dan masukan yang konstruktif bagi bangsa ini. Masalah pertahanan saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan sehingga sudah saatnya seluruh komponen memberikan sumbangan nyata dan tidak terjebak pada fanatisme korps saja.

    Anton A Setyawan,SE,MSi PhD Cand
    Jurusan Manajemen
    Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Jl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
    telp: 0271-717417 xt 421
    mobile: 08156718444
    e-mail: rmb_anton@yahoo.com

  75. Sebagai mantan brimob yang pernah berdinas di brimob selama 18thn, saya sangat prihatin dengan tewasnya beberapa anggota brimob di puncak jaya wamena dan beberapa tempat diindonesia sebagai akibat dari kesalahan analisis keadaan disuatu wilayah yang dilakukan oleh tingkat wilayah maupun mabes.

    Satuan brimob yang seharusnya berada digarda terdepan dalam menjalankan tugas2 kepolisian didaerah yang sangat rawan, juga tidak diperlengkapi peralatan yang sgt memadai sebagai contoh peristiwa diwamena kemarin yang seharusnya anggota menggunakan APC anti peluru, akhirnya harus mereggang nyawa akibat penyergapan dari gerombolan.

    ini bukti bahwa pimpinan Polri dan brimob sangat tidak perduli terhadap Korps yang selalu menjadi ujung tombak didalam menjalankan tugas2 kepolisian didaerah rawan.

  76. waaaaah…….. andai jaman dahulu sudah ada HP atau media lainnya yg bisa merekam sejarah perjuangan Brimob….

    apa kata dunia tentang satuan tertua diantara satuan di indonesia ini….????

    meski sy masih baru dalam keluarga besar Brimob dan masih kurang dalam pengalaman tugas, saya sangat merasa bangga dan ingin melakukan yang terbaik seperti insan bhayangkara Brimob dahulu..

    “saya harap satuan Brimob tetap jadi yang terbaik dari yang terbaik.”

    “Brimob Baret Biru Selalu Tampil Terdepan”

    Salam BRIGADE!!!!

  77. BRIMOB RANGERS WAR 7
    MENGEJAR KAHAR MUZAKAR DI SULSEL, DIHUJANI TEMBAKAN DI SUNGAI LAMASE

    Anton A. Setyawan
    Dosen Univ. Muhammadiyah Surakarta dan
    mahasiswa Program Doktor UGM
    Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 571002
    Telp : 0271-7685308 (home) dan HP 08156718444
    e-mail : rmb_anton@yahoo.com dan agussetyawan-a@lycos.com

    Hasil wawancara dengan mantan anggota Kompi 5994 Brimob Rangers dan Yon 330 Siliwangi, Juni 2008

    Pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan adalah salah satu pemberontakan paling lama dan paling berdarah dalam sejarah Republik Indonesia. Kekuatan pemberontak Kahar Muzakar pada masa puncaknya yaitu tahun 1960-an mencapai 6 batalyon atau lebih dari 6.000 personel. Para anggota pasukan adalah mantan anggota Angkatan Darat yang sudah terampil menghadapi tentara Belanda pada jaman revolusi. Artinya dibandingkan dengan pasukan pengejarnya, bisa jadi pasukan DI/TII Kahar Muzakar lebih berpengalaman dalam melakukan pertempuran gerilya.
    Keterlibatan pasukan Resimen Pelopor dalam pengejaran pemberontak Kahar Muzakar dimulai pada tahun 1964. Pada saat itu, di Kelapa Dua sudah ada tiga batalyon Menpor. Pada masa ini, Menpor mencapai puncak kejayaan dengan anggota hampir 3.000 personel. Pada masa ini pula, markas Menpor di Kelapa Dua harus memenuhi kebutuhan pasukan untuk kampanye Ganyang Malaysia dan mengatasi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan.
    Pasukan Menpor berangkat ke Sulsel pada pertengahan 1964, sebagian besar dari mereka bermarkas di Palopo. Markas komando ini sekaligus berfungsi sebagai gudang logistik. Sementara itu, pasukan Menpor dipecah dalam unit peleton dan tim dan bergabung dengan unit Angkatan Darat. Pada masa itu, pasukan Menpor sudah menggunakan senjata AR 15, sebuah senjata otomatis untuk pasukan komando yang merupakan bantuan dari pemerintah AS pada tahun 1961. Senjata andalan AR 15 ini sudah teruji oleh pasukan Menpor pada waktu penumpasan pemberontak DI/TII Daud Beureuh dan infiltrasi perebutan Papua/Irian Jaya.
    Salah satu peristiwa dramatis dalam penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar adalah pada saat dua peleton Menpor melakukan gerakan tempur dengan dua peleton pasukan dari Batalyon 330 Siliwangi. Pasukan gabungan ini bergerak karena ada informasi di sebuah desa di sekitar Lamase menjadi pusat logistik pasukan pemberontak. Sungai Lamase adalah sebuah sungai yang cukup besar dengan arus yang deras di wilayah Sulsel. Kebanyakan gerakan pemberontak memang berada di wilayah ini. Pasukan gabungan bergerak cepat karena mereka khawatir pasukan pemberontak akan memindahkan lokasi logistiknya. Pada saat sampai di Sungai Lamase, pasukan dihadapkan pada arus sungai yang deras, sehingga mereka harus menyeberanginya.
    Pasukan Menpor dan Yon 330 Siliwangi mulai menyeberang sungai tersebut, namun pada saat rombongan pertama penyeberang berada di tengah sungai, dari pinggir kampung terdengar tembakan beruntun yang berasal dari senapan ringan M 1 Garrand dan senapan mesin. Suara tembakan itu semakin sengit, dan pasukan penyeberang mulai merasakan desingan peluru disekitar mereka. Beruntung pasukan yang menunggu giliran menyeberang cukup sigap dalam membalas tembakan. Pasukan yang menunggu giliran menyeberang melakukan tembakan perlindungan dengan senapan AR 15 yang dibawa Menpor maupun M1 Garrand yang dibawa anggota Yon 330 Siliwangi. Para penembak bren dari Yon 330 Siliwangi juga mengambil posisi menembak dan terus melakukan tembakan perlindungan. Setelah rombongan pertama sampai di seberang sungai, gantian mereka melakukan tembakan perlindungan, sementara beberapa anggota Menpor dan Yon 330 melakukan perembesan dan gerakan melambung untuk mengepung musuh. Namun sekali lagi, pasukan Kahar Muzakar sudah berpengalaman menghadapi pasukan elite Belanda dalam perang revolusi, sehingga mereka dengan mudah menghindar dari kepungan. Pada akhirnya pasukan pemberontak berhasil lolos dari kepungan, namun mereka tidak dapat menyelamatkan logistik mereka. Pasukan Menpor dan Yon 330 Siliwangi berhasil menetralisir gudang makanan pemberontak.

  78. salam damai dan sejahtera buat rekan-rekan brimob dan slrh polisi indonesia. mari kita jaga kekompakan antar fungsi dalam tubuh polri, jng ada perbedaan brimob,serse, intel, lantas, samapta,dsb. Saya yakin semua tugas demi kejayaan bangsa dan negara kita tercinta, dengan begitu kita lebih dipercaya oleh masyarakat dan ujung-ujungnya khan gaji kita naik juga he…he….he………

    saya juga sama seperti kalian semua, dan juga pernah melaksanakan tugas operasi pemulihan keamanan bersama dengan satuan TNI. tapi ingat keberhasilan kita karena kebersamaan dan kekompakan kita, dan bukan karena kehebatan individu

    jayalah POLISI ku Indonesia

  79. JOSSS BLOGNYA. KUNJUNGI JUGA DONG BLOG KITA. SEARAJA DI BRIMOB DETASEMEN C MADIUN. BIAR TERUS ADA KOMUNIKASI DENGAN BRIMOB DAERAH.

  80. Bravo Brimob, semoga jaya n sukses selalu,tnkx,,,

  81. mas salam tribrata………..
    perkenalkan sya bripda korps airud.
    saya dinas di aceh, saya sependapat dengan mah karsan, pelopor sebaiknya jangan di mekarkan ke daerah2, biar bisa terjaga kualitasnya.
    makasih…….
    ARNAVAT DARPHAMAHE

    Salam TRI BRATA n kenal aja buat mas Adla di Aceh.apa yang mas Adla kemukakan benar bagi saya.karena yang sedikit membikin elite.trims buat mas Adla atas masukannya. POLISI JAYA!!!

  82. Brimob…..adalah nama besar yang kita harus tetap kita jaga kebesaranya.dari ujung barat indonesia sampai ujung timur Indonesia yang bergejolak telah kita singgahi dan menjadi aman itu dah pasti.

    Meski Prestasi kita tidak pernah ditongolin di TV karena kurang publikasi itu tak menjadi sakit hati.

    Kita wajib berbangga dengan semua apa yang telah kita capai tetapi semua perlu ingat bangga yang berlebihan akan menimbulkan arogansi.

    Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya jaman kita mengalami transisi dari militer menjadi sipil bukan berarti kita kehilangan jati diri dan kemampuan dasar yang kita miliki.

    siap…betul itu komandan. go polri go !!!

  83. Kita Harus Sadar Brimob itu pasukan elite Polri ,kritik selalau ada , semakin nama menjadi besar semakin banyak pandangan sinis,namun itu semua menjadikan Brimob harus tegar dan menerima kritik sebagai masukan, yang penting bagaimana rakyat merasakannya. Dalam wilayah konplik memang kita harus tegas menghadapi lawan yang agresip membahayakan kita,kadang kala anggota Brimob ketika berada wilayah aman , katakanlah di Bogor , ada oknum Beimob yang berprilaku kasar,mabuk,melakukan kekerasan tidak mau diataur,padahal mereka berada di tengah masyarakat yang damai, hal seperti itu masyarakat menganggap Brimob bukan Polisi yang melindungi,mengayomi,membimbing masyarakat,. jadi pesan saya jagalah nama baik Brimob santunlah jika anda berada di daerah aman,jangan disamakan diwilayah konplik.trima kasih,bravo Brimob.

    saya pernah maen ke warung2 deket plaza jambu dua bogor.kebetulan ada kawan yang dagang disana.Dia nanyain,si “anu” masih ada ga pak?terus saya tanya”kenapa?”.Dia jawab lagi klo ternyata si “anu” suka bikin onar diwilayah situ,suka mabuk..dll..dll. (waduh…saya jadi malu juga ngedengernya)Kebetulan orang yang dimaksud udah dipecat,jadi ga terlalu malu^^,..jadi saya dukung pendapat pak Mulyadi agar kita menjadi aparat yang santun.Masyarakat liat seragam n atribut kita udah takut,jd jangan ditakut2in. Tampang boleh sangar,tapi hati kudu lembut…akur ga nih sodara2?

  84. …kanapa pakaian PDL HIJAU BRIMOB hilang?? malah kemarin gw kepasar ada banyak POLPP pake seragam BRIMOB, EMANG TUKERAN GITU ???

  85. Blog ini sangat bagus sekali isinya. bisa saling bertukar informasi dan memberikan pencerahan buat kita semua. jangan dipakai buat tegur sapa secara pribadi. klo cuma bertegur sapa mending pake HP aja.

    Orang2 yang memberikan pendapatnya pun sangat berkualitas. kalo yang memberikan saran gak bermutu gak usah ditanggapin kayak jinimuh itu dan yang melecehkan dari satuan sebelah itu.

  86. Saya putra dari seorang Kolonel yang sekaligus Anggota Ex Ranger pi 5994 (Kompi A Batalyon 1232 Menpor) dan mendapatkan Penghargaan Bintang SAKTI, Saya terkesan dengan usaha dari Mas Anton A Styawan, Saya berharap hasil dari usaha Mas Anton bisa menjadi nilai tambah dan pemicu semangat untuk para anggota Brimob sekarang supaya bisa lebih Profesional dan bertanggung jawab dalam menjalani tugas. Saya juga berharap anggota brimob sekarang tidak melupakan Jasa para pendahulu dan bisa menghargai mereka ( sesepuh ), sebab banyak anggota brimob yang belum mengenal atau paling tidak mengetahui atau bertatap muka ( berdialog ) dengan para sesepuh oleh sebab itu saya sangat mendukung usaha Mas Anton.

    Tetap semangat .. tetap berlatih .. untuk para anggota Brimob, tunjukan bahwa Brimob memang pasukan Elit yang Profesional,

    Bravo Ranger…..

    B.Prasetyo.S

  87. SAYA SALUT DAN BANGGA DENGAN KEMAMPUAN BRIMOB baik MENPOR, RECON, yang ada di Jakarta maupun BRIMOBDA. tetapi saya sangant prihatin dengan kelayakan dan pasilitas yang diperoleh BRIMOB sungguh minim, untuk dijaman sekarang ini BRIMOB hanya dibanggakan dan dipergunakan tenaga dan otaknya saja oleh para petinggi POLRI tetapi mengenai pasilitasnya sungguh jauh memperihatinkan.
    saya berharap semoga para petinggi POLRI untuk segera memberikan fasilitas dan kualitas yang terbaiknya, memberikan pasilitas Asrama yang layak, memberikan pasilitas kendaraan yang baik dan memberikan pasilitas persejataan yang lengkap. buat petinggi POLRI saya sarankan untuk berkunjung ke Kesatuan Lain (TNI) coba saudara lihat. : mulai dari bangunan yang permanen, kendaraan yang terbaru dan layak jalan, persenjataan lengkap dan yang terutama sering melakukan latihan karena persediaan amunisi yang banyak.
    Rumah saya berdekatan dengan kesatuan TNI dan kadang saya sering main ke kesatuan TNI, kadang saya merasa kasihan dengan pasilitas yang ada dikesatuan BRIMOB maupun Polisi Umum coba para petinggi POLRI main ke Detasemen ARMED di Sadang, Batalyon 305 di Karawang, Batalyon 330 Dll. khusunya di Daerah Jawa Barat semuanya pasilitasnya baik dan lengkap dibandingan dengan BRIMOB anggotanya aja banyak yang NGONTRAK karena kurangnya asrama, dan ada BRIMOBDA yang Asramanya masih terbuat dari BILIK sedangkan letaknya kesatuan tersebut dikota maju daerah BANDUNG kasian.
    kalau dibandingkan dengan (mohon MAAF sebelumnya) kandang ayam masih bagusan kandang ayam…….!!!
    dan juga kendaraan sangat MINIM namanya aja BRIGADE MOBIL tetapi kendaraanya odong-odong, dan yang lebih memperihatinkan lagi pasilitas kesehatanya jauh sekali mau sakit parah mau sakit ringan obatnya sama GENERIK kalaupun ada yang bagus harus beli sendiri. dan yang ingin saya tanyakan di struk Gaji ada potongan Asrama sedangkan saya tidak tinggal diASRAMA dikemanakan itu pak ?????????
    kalau bisa nih saya usul untuk kesehatan pasilitasnya seperti PERUSAHAAN lah pak.

    JAYA TERUS BRIMOB, SEMOGA SEMAKIN JAYA DAN DIBERIKAN FASILITAS YANG BAIK untuk BRIMOB dan POLISI UMUM (tidak perlu yang TERBAIK)

  88. salam brigade

    salam buat den a kompi 1 sat II pelopor

    dari brimob polda jabar den A kompi 4

    dari tim tawon ……..dibawah pimpinan bpk Rantau isnur eka .SIK

    maju terus resimen I atou Sat II pelopor…………..Brigade

    dody ..ltng 2000

  89. Saya agak bingung di jakarta ini banyak petugas keamanan seperti/persis Brimob pakaian biru dongker lengkap dengan atribut dan tegap tinggi tinggi,menjaga perkantoran/Hotel,eh tahu tahu SATPAM ?… gimanan nih …jangan sampai Satpam lebih keren dari Brimob tolong di tertibkan karena setahu saya Satpam adalah dibawah binaan Polri.trim

    nah, itu dia…sebagai anggota, saya juga ga kalah bingungnya pak Mul…kok bisa ya? Yah…mudah-mudahan pimpinan POLRI kita bisa mengambil langkah yang tepat dalam hal ini.

  90. Buat semua rekan2 SANG PENGEMBARA, maju terus ! ! ! Sy juga keluarga besar BRIMOB, walaupun sy tdk bertugas di Satuan Brimob, tp sya tahu betapa BANGGA nya menjadi salah satu bagian dari BRIMOB ! ! ! Suatu KEBANGGAAN bt saya kalo saya bisa memakai BARET BIRU BRIMOB ! ! !

  91. Berikut adalah daftar nama prajurit Brigade Mobil yang tergabung dalam Resimen Pelopor yang mendapatkan Anugerah Bintang Sakti, yang merupakan bintang jasa tertinggi di dalam Angkatan Bersenjata Indonesia karena peran mereka dalam memperebutkan Irian Barat tahun 1962. Pasukan ini dipimpin oleh Ipda Hudaya Sumarya, dan mereka semua terlibat langsung dalam pertempuran frontal dengan Marinir Belanda di wilayah Fak-Fak pada pertengahan Juni 1962. Sayangnya sejarah ini tidak banyak diketahui masyarakat maupun anggota Brimob yunior saat ini. Daftar nama ini saya dapatkan dari hasil riset pustaka saya di PTIK Polri dengan dibantu seorang perwira Angkatan Udara. Nama-nama itu adalah:

    1. Inspektur II Hudaja Sumarja.
    2. Ajun Insopektur II Pranoto
    3. Brigadir Polisi Djuwahir
    4. Brigadir Polisi Suparwan
    5. Brigadir Polisi Harjanto
    6. Brigadir Polisi Soeripno
    7. Ajun Brigadir Polisi Soedarman
    8. Ajun brigadir Polisi Koenajik
    9. Ajun Brigadir Polisi Johaes Tahir
    10. Ajun Brigadir Polisi Jacob Molko
    11. Ajun Brigadir Polisi N.Oentong
    12. Ajun Brigadir Polisi Frans Datuabanua
    13. Ajun Brigadir Polisi Solikin
    14. Ajun Brigadir Polisi I. Supiarta
    15. Ajun Brigadir Polisi S.Wadjad
    16. Ajun Brigadir Polisi M. Sofjan Lubis
    17. Ajun Brigadir Polisi Soepeno
    18. Ajun Brigadir Polisi Ibrahim Kuris
    19. Ajun Brigadir Polisi M.Tahir
    20. Ajun Brigadir Polisi Kamaruddin
    21. Ajun Brigadir Polisi K. Soedarsono
    22. Ajun Brigadir Polisi St. Satam
    23. Ajun Brigadir Polisi M.Juning
    24. Ajun Brigadir Polisi Sarbani
    25. Ajun Brigadir Polisi Machmud Radjak
    26. Ajun Brigadir Polisi M.Jusuf Dahlan
    27. Ajun Brigadir Polisi Kajum Suheman
    28. Ajun Brigadir Polisi A.A.Aidid
    29. Ajun Brigadir Polisi Achmad Chafid
    30. Ajun Brigadir Polisi AH. Nurbuana
    31. Ajun Brigadir Polisi Djuri
    32. Ajun Brigadir Polisi Asrokol
    33. Ajun Brigadri Polisi Kasijo
    34. Ajun Brigadir Polisi B.O.E Tatuhoy
    35. Ajun Brigadir Polisi Abdul Aziz
    36. Ajun Brigadir Polisi Tardjin Sujono
    37. Ajun Brigadir Polisi Sugiman
    38. Ajun Brigadir Polisi Wage Mudjalal
    39. Ajun Brigadir Polisi Djenamin
    40. Ajun Brigadir Polisi Slamet Joko Utomo
    41. Ajun Brigadir Polisi S.Sjamsuhadi
    42. Ajun Brigadir Polisi V. Sutijo Samiadji
    43. Ajun Brigadir Polisi S. Sugito
    44. Ajun Brigadir Polisi Marjono
    45. Ajun Brigadir Polisi Abdul Tolib
    46. Ajun Brigadir Polisi Noor Sjamsul Komar
    47. Ajun Brigadir Polisi Sunarjo
    48. Agen Polisi Klas I Gijo
    49. Agen Polisi Klas I Sutikno
    50. Agen Polisi Klas I M.Natsir
    51. Agen Polisi Klas I Sudjono
    52. Agen Polisi Klas I Daliman

    Semoga perjuangan mereka bisa menjadi inspirasi bagi anggota Brimob saat ini untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    Anton A Setyawan
    Fak Ekonomi Univ Muhammadiyah Surakarta
    Jl A Yani Tromol Pos 1 pabelan Kartasura Surakarta
    mobile;08156718444
    e-mail: rmb_anton@yahoo.com

  92. To Mas Anton Setyawan

    Saya putra dari Seorang anggota Ex Ranger Kie 5994 (Kompi A batalyon 1232) Brigadir Polisi Hardjanto, Pangkat terakhir Kolonel. Saya mendukung sekali apa yang telah Mas Anton kerjakan.. saya berharap apa yang tlah mas lakukan dapat berguna bagi Generasi penerus Brimob…

    Salam Ranger

  93. saya tinggal di asrama brimob cipinag, salut untuk anggota brimob cipinang terlebih pada thn 1970 an s/d 1980 an anak-anaknya kompak. kami semua berteman baik dan saling membantu, asrama brimob cipinang cukup punya nama pada saat itu. salam untuk anak-anak semua.

  94. sy berpesan kpd seluruh anggota brimob di seluruh nusantara…..kebanggaan anda tetap dipertahankan agar pelaksanaan tugas anda selalu berhasil dengan baik…..jaga kekompakan dan jangan selalu mengeluh dengan keadaan, tetap tabah dan semangat walau makian cercaan hinaan datang silih berganti…………anda tetap dibutuhkan sampai kapanpun juga, jgn saling menjatuhkan sesama baret biru…………bumi kandung anda watukosek itulah tempat kamu berasal, korps brimob tetap exist selalu mendidik prajurit2 keluaran bintara2 umum agar mental mereka terjaga dan selalu semangat…………

  95. BRAVO RESIMEN I KORPS BRIMOB POLRI-KEDUNG HALANG BOGOR………….KIE 2 BATALYON C/SL , DISIPLIN ADALAH NAFASKU KESETIAAN ADALAH KEBANGGAANKU KEHORMATAN DI ATAS SEGALA-GALANYA…

    MANA SUARAMU YG DULU LAGI
    MANA SEMANGATMU YG KAU TERIAKAN LG…
    KENANGAN YG TAK TERLUPAKAN…
    TETAP TABAH DAN SEMANGAT
    BATALYON C SINGA LODAYA………………………

    CIHUIIIIII……………

  96. Saya ucapkan salam BRIGADE kepada seluruh mantan anggota saya. salam kangen buat semuanya yang pernah bergabung dengan tim DEMIT. Bersama sama satu kompi bertugas di Aceh saat Darurat militer 1. Saya bangga menjadi komandan kalian semuanya. Hormat saya – DEMIT -1

  97. kompi pemburu resimen 2 brimob Kelapa dua

  98. Bang darwin disat 3 pelopor kok lma ga mengudara mudik medan ye??? BRIMOB pasti jaya…..brigade

  99. Pak anton Tlg dong sy mau tau sejarahnya MenPor diSaat PEPERA, karna sy jg Anak dr seorang MENPOR yg brTugas saat PEPERA & Ayah sy brikut Rekan2ya jg prnah diTawan oleh Pasukan dr Australia & diBawa ke Melborn Australia, yg kala itu sdg mlakukan pngejar an trhadap yg diDuga Penyusup diWilayah yg skr mnjadi Freeport,pada pngejaran itu Ayah sy & rekan2ny smp mlewati Prbatasan & akhirnya diTawan & diBawa keMelborn Australia, smp Akhirnya trsiar kabar bahwa pasukan RANJERS indonesia diTawan diAustralia.
    Mhn Pnjelasanya pak, Trims..

  100. salam kenal bwt rekan2 baret biru seindonesia..brimob makin jaya,suskses

  101. tpi klo do bandingkan sm KOPASSUS kira2 klah jauh x ya…
    apalagi mereka punya 3 grup…

  102. Ya,,,BRIMOB harus tetap ada dan Jaya….
    bila saya membaca dari awal hingga akhir semuanya menulis dengan semngat juang yang tinggi,BRIMOB menjadi semngat saya dalam bekerja untuk membela Nusa dan Bangsa…Melalui Polri saya mengabdi pada Ibu Pertiwi.

  103. Saya sangat prihatin dengan kondisi citra polri saat ini yang mana ada seorang perwira tinggi Polri dari Bareskrim yang terlibat Kriminal dan menyalahgunakan kekuasaan lewat institusi Polri.

    Padahal sebelumnya citra Polri sudah mulai membaik dengan keberhasilan Brimob dalam hal ini Densus 88 yang telah berhasil menutaskan kasus teror di indonesia dan diakui oleh international.

    Saya kuatir rakyat indonesia akan tetap memandang Polri ini sebagai korps yang paling buruk diindonesia dan ini bisa diibaratkan karena nila maka rusaklah susu sebelanga.

    Lucunya si Komjen Iblis keparat ini dibela habis2n oleh Kapolri yang bisa mengorbankan Perahu Besar Polri.

    Seharusnya Si Komjen ini yang ditahan dikelapa dua, diikat dibawah pohon pisang dibelakang asrama dengan memakai celana KOLOR ijo.

    Gimana anggota Brimob? setuju kagak? kalau gak setuju kalian bermental sama seperti Komjen gilaaa ini…. kami rakyat sudah muak dengan permainan bodoh ini.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori